Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 16.02 WIB

7 Perilaku dalam Psikologi yang Menyebabkan Kesepian Seumur Hidup jika Tidak Ditangani

Ilustrasi seseorang duduk sendirian, dikelilingi oleh bayangan yang mewakili hambatan emosional dan sosial yang ia ciptakan sendiri./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang duduk sendirian, dikelilingi oleh bayangan yang mewakili hambatan emosional dan sosial yang ia ciptakan sendiri./Freepik

JawaPos.com - Kesepian adalah tantangan yang rumit dan terus berkembang, bukan sekadar perasaan sementara. Terkadang, kebiasaan yang tidak kita sadari bisa menjadi penyebab utama dari isolasi jangka panjang. Perilaku ini perlahan membangun dinding yang memisahkan kita dari orang lain.

Melansir dari Geediting.com Selasa (26/8), ada tujuh perilaku yang dapat secara signifikan berkontribusi pada kesepian.

Memahami perilaku-perilaku ini adalah langkah pertama untuk membangun hubungan yang lebih sehat. Berikut adalah penjabaran dari setiap perilakunya.

1. Menghindari Interaksi Sosial

Menghindari situasi sosial, baik karena rasa malu atau sekadar lebih suka menyendiri, bisa berbahaya. Kebiasaan ini perlahan dapat membuat seseorang merasa terisolasi. Mereka kehilangan banyak kesempatan untuk menjalin hubungan yang bermakna.

2. Mengabaikan Perawatan Diri

Ketika seseorang mengabaikan kebutuhan fisik dan mentalnya, hal itu bisa berdampak besar. Mereka akan merasa tidak berharga dan kurang percaya diri. Kondisi ini membuat mereka enggan berinteraksi dengan orang lain.

3. Memendam Perasaan Dendam

Memendam perasaan dendam terhadap seseorang adalah perilaku yang sangat umum. Dendam menciptakan penghalang antara diri kita dengan orang lain. Hal ini seperti membangun dinding tidak terlihat yang mencegah koneksi mendalam.

4. Sangat Bergantung pada Komunikasi Digital

Ketergantungan berlebihan pada komunikasi digital dapat membuat kita merasa terlepas dari orang lain. Interaksi digital sering kali tidak memiliki kehangatan dan kedalaman yang hadir dalam komunikasi tatap muka. Ketidakhadiran koneksi sejati dapat memicu perasaan kesepian.

5. Mengabaikan Pertumbuhan Diri

Saat kita berhenti untuk berkembang dan melupakan aktualisasi diri, kita akan merasa tidak puas dan sendirian. Menginvestasikan waktu untuk pertumbuhan diri bukan hanya soal pengembangan pribadi. Ini juga tentang penemuan jati diri dan membentuk koneksi yang lebih dalam dengan diri sendiri.

6. Terus-menerus Mencari Persetujuan

Mencari persetujuan terus-menerus dari orang lain dapat menimbulkan perasaan kesepian. Kebutuhan akan validasi ini bisa membuat kita kehilangan jati diri. Perasaan tidak aman ini justru membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di sekitar kita.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore