Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 04.07 WIB

Hindari Terlalu Sombong! 4 Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Rendah Hati supaya Hidup Lebih Bahagia

Ilustrasi cara menjadi pribadi yang lebih rendah hati (tirachardz/freepik.com)

JawaPos.com - Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri atau menganggap diri tak bernilai.

Sebaliknya, sikap ini justru mencerminkan kekuatan batin yang datang dari kesadaran diri, penerimaan, dan rasa hormat terhadap orang lain.

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh kompetisi, menjadi pribadi yang rendah hati adalah nilai yang semakin langka, namun sangat dibutuhkan baik dalam hubungan pribadi, lingkungan kerja, maupun kehidupan spiritual.

Mengutip Very Well Mind, berikut ini beberapa cara menjadi pribadi yang lebih rendah hati supaya hidup lebih bahagia.

1. Jangan sombong secara berlebihan

Banyak orang menganggap kerendahan hati sebagai kebalikan dari kesombongan dan menganggap kesombongan sebagai sesuatu yang negatif.

Padahal, tidak selamanya demikian. Merasa bangga terhadap diri sendiri, asal usul, atau pencapaian merupakan hal yang wajar, bahkan penting.

Rasa bangga bisa menjadi sumber kepercayaan diri dan motivasi untuk terus berkembang. Namun, masalah muncul ketika rasa bangga berubah menjadi kesombongan berlebihan. Saat seseorang mulai merasa lebih unggul dari orang lain, sulit menerima kritik, atau hanya memikirkan kepentingan pribadi, itulah tanda bahwa kerendahan hati mulai hilang.

Sikap seperti ini dapat menghambat hubungan yang sehat dan mengurangi empati terhadap sesama. Orang yang terlalu sombong cenderung sulit mengakui kesalahan dan enggan berkembang. Di sinilah pentingnya menyeimbangkan kebanggaan diri dengan kerendahan hati agar kita tetap menghargai diri sendiri tanpa kehilangan rasa hormat terhadap orang lain.

2. Selami diri sendiri

Tak semua kesombongan lahir dari rasa percaya diri yang sejati. Dalam banyak kasus, sikap arogan justru mampu menjadi tameng dari perasaan tidak aman yang belum dikenali. Orang yang terlihat sombong mungkin sebenarnya sedang berupaya menutupi keraguan atau luka batin yang belum terselesaikan.

Harga diri yang tampak tinggi di permukaan, kadang hanyalah respons terhadap emosi negatif yang ditekan seperti rasa takut ditolak, tidak ingin terlihat lemah, atau pengalaman pahit di masa lalu. Ketika ketidakamanan ini tidak disadari, seseorang bisa terdorong bersikap egois, merasa paling benar, atau sulit menerima kritik, sebagai bentuk perlindungan diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore