Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 18.19 WIB

7 Tanda Anak Dewasa Kamu Sedang Terluka Hatinya Menurut Psikologi, Meski Tampak Bahagia di Luar!

Tanda anak dewasa terluka hati menurut Psikologi - Image

Tanda anak dewasa terluka hati menurut Psikologi

JawaPos.com – Sebagai orang tua, melihat anak tumbuh dewasa sering kali membuat kita merasa lega dan bangga. Namun, di balik senyum bahagia dan sikap mandirinya, ada kemungkinan mereka menyembunyikan luka batin yang tak terlihat.

Psikologi mengungkap bahwa anak dewasa yang sedang terluka hatinya kerap menunjukkan tanda-tanda tertentu, meskipun mereka tampak bahagia di luar. Sikap mereka mungkin berubah, kebiasaan sehari-hari mengalami pergeseran, atau ada isyarat emosional yang sulit mereka ungkapkan secara langsung.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (18/6), diterangkan bahwa terdapat tujuh tanda yang menunjukkan bahwa anak dewasa kamu sedang terluka dalam hati meski mereka tampak bahagia di luarnya menurut Psikologi.

1. Kebahagiaan yang terkesan berlebihan

Ketika seseorang berusaha menutupi luka batin, mereka seringkali menunjukkan kebahagiaan yang tampak tidak wajar. Anak dewasa yang sedang mengalami kesulitan emosional cenderung tertawa terlalu keras atau selalu berusaha menjadi pusat perhatian dalam setiap acara.

Perilaku ini seperti ayunan pendulum yang berayun terlalu jauh ke satu arah untuk menghindari rasa sakit di sisi lainnya. Tanda ini bisa dikenali dari inkonsistensi perilaku mereka, di mana semangat tinggi yang ditampilkan terasa dipaksakan dan tidak sesuai dengan karakter asli mereka.

2. Menarik diri dari orang terdekat

Rasa sakit emosional seringkali mendorong seseorang untuk menjauh dari orang-orang yang mereka sayangi. Mereka yang biasanya aktif menginisiasi pertemuan keluarga atau rajin menelepon untuk mengecek kabar, tiba-tiba mengurangi frekuensi komunikasi.

Perilaku ini bukan sekadar karena kesibukan, melainkan indikasi bahwa mereka sedang bergulat dengan masalah yang tidak ingin dibagikan. Alih-alih berbagi beban, mereka memilih untuk memendam perasaan dan menghadapi semuanya sendiri.

3. Perubahan pola tidur

Masalah emosional memiliki kaitan erat dengan gangguan pola tidur, baik itu insomnia maupun hipersomnia. Ketika anak dewasa mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari, ini bisa menjadi tanda kecemasan atau depresi yang sedang mereka alami.

Di sisi lain, jika mereka tiba-tiba banyak tidur atau sering terlihat mengantuk, ini juga bisa menjadi gejala depresi. Perubahan drastis dalam kebiasaan tidur mereka perlu dilihat sebagai sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi mental mereka.

4. Kehilangan minat pada hobi

Perubahan mendadak dalam antusiasme terhadap aktivitas yang biasanya mereka sukai bisa menjadi tanda adanya masalah emosional yang lebih dalam. Apakah itu melukis, bermain basket, atau bahkan video game favorit mereka, hilangnya minat secara tiba-tiba patut menjadi perhatian khusus.

Penting untuk tidak memaksa mereka kembali ke aktivitas tersebut, melainkan mencoba membuka dialog tentang alasan di balik perubahan ini. Memberikan ruang yang aman bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk memahami situasi yang sedang mereka hadapi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore