Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 22.54 WIB

Jika Kamu Mengenali 7 Perilaku Ini dari Pasanganmu, Bisa Jadi Kamu Menikah dengan Seorang Narsistik Tanpa Kamu Sadari

Ilustrasi seseorang yang menikah dengan seorang narsistik. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menikah dengan seorang narsistik. (Freepik)

JawaPos.com - Perbedaan antara pasangan yang percaya diri dan yang memiliki sifat narsistik bisa sangat tipis. Meski sekilas tampak mirip, perbedaannya terletak pada empati — atau justru ketiadaannya.

Pasangan yang narsistik cenderung tidak mempertimbangkan perasaan orang lain. Fokus utama mereka lebih banyak pada kepentingan dan kebutuhan pribadi, bahkan jika itu harus mengorbankan orang terdekatnya.

Memahami apa itu narsisme menjadi langkah penting untuk mengenali apakah seseorang tengah hidup bersama pribadi seperti ini. Tidak jarang, perilaku narsistik tersembunyi di balik sikap yang tampaknya wajar.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (4/6), tujuh perilaku berikut ini bisa menjadi indikator bahwa pasangan memiliki kecenderungan narsistik. Mengenali pola ini bukan bertujuan untuk menyalahkan, melainkan agar hubungan dapat dipahami secara lebih objektif.

1. Minim Empati
Salah satu ciri utama narsistik adalah kurangnya empati. Pasangan cenderung tidak mampu atau tidak mau menempatkan diri pada posisi orang lain.

Saat menghadapi masalah, perasaan pasangan sering kali diabaikan. Bahkan respons yang muncul bisa berupa pengalihan topik, meremehkan perasaan, hingga menyalahkan karena dianggap terlalu sensitif.

Lebih dari sekadar menghindari tanggung jawab emosional, sikap ini juga menunjukkan penolakan untuk mengakui kontribusi atas konflik yang terjadi. Ini bisa menjadi sinyal bahaya dalam hubungan jangka panjang.

2. Butuh Kekaguman Secara Berlebihan
Pasangan yang narsistik sangat mengandalkan pujian sebagai sumber rasa percaya diri. Mereka kerap mencari validasi dari orang sekitar secara terus-menerus.

Dalam situasi sosial, mereka mungkin lebih fokus pada penampilan dan upaya mendapatkan sanjungan daripada berinteraksi secara tulus. Ketika kekaguman tidak diberikan, reaksi yang muncul bisa berupa rasa kecewa atau tidak dihargai.

Dalam hubungan sehat, kekaguman terjadi secara timbal balik. Namun jika hanya satu pihak yang terus menuntut pengakuan, keseimbangan emosional dalam hubungan bisa terganggu.

3. Merasa Paling Berhak
Perasaan superioritas yang tinggi juga menjadi ciri khas narsistik. Pasangan merasa lebih penting dibanding orang lain dan cenderung menuntut perlakuan khusus.

Misalnya, selalu mengharapkan keputusanmu mengikuti keinginannya, atau merasa berhak mendapatkan perhatian penuh tanpa memperhatikan kebutuhanmu. Saat hal ini tidak terpenuhi, responsnya bisa berupa kemarahan atau frustrasi.

Perilaku ini bukan hanya menunjukkan egoisme, tetapi juga mengindikasikan kurangnya penghargaan terhadap orang lain. Jika terus dibiarkan, rasa adil dalam hubungan bisa hilang sepenuhnya.

4. Mengontrol Secara Berlebihan
Pasangan narsistik memiliki dorongan kuat untuk mengontrol. Mulai dari keputusan sehari-hari hingga hal-hal pribadi seperti pilihan berpakaian dan pergaulan.

Sering kali, bentuk kontrol ini disamarkan sebagai perhatian. Namun di baliknya, terdapat keinginan untuk mengendalikan dan menjaga posisi dominan dalam hubungan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore