
Ilustrasi seorang pria bekerja dengan laptop di meja kerja yang rapi, tanpa ponsel di sekitarnya, menggambarkan lingkungan bebas distraksi untuk meningkatkan fokus. (Dok. Canva)
JawaPos.com - Fokus bukan sekadar bakat bawaan. Menurut psikologi, kemampuan untuk berkonsentrasi sejatinya bisa dilatih. Namun, tantangannya terletak pada kenyataan bahwa otak manusia secara alami cenderung menghindari kebosanan dan lebih suka hal-hal baru, seperti scroll media sosial atau multitasking. Maka tak heran, mempertahankan fokus terasa melelahkan.
Namun, jika kamu siap untuk keluar dari zona nyaman dan benar-benar ingin menyelesaikan pekerjaan dengan efisien, ada kabar baik. Dikutip dari YourTango, berikut enam kebiasaan ringan namun ampuh yang terbukti secara psikologis dapat membantu meningkatkan fokus:
1. Singkirkan Hal-hal Yang Memicu Distraksi
Fokus terbaik dimulai dengan lingkungan yang bersih dari distraksi. Seperti diungkapkan Ron Webb, Direktur Eksekutif dari American Productivity and Quality Center, kunci fokus adalah mengatur alur kerja agar bebas dari gangguan.
Matikan ponsel, cabut koneksi internet jika tidak dibutuhkan, siapkan air minum dan camilan ringan, serta pastikan kamu telah ke kamar mandi sebelum memulai pekerjaan. Kebiasaan ini tidak hanya menata ruang kerja secara fisik, tapi juga membantu pikiran tetap tertuju pada tugas utama.
2. Ketahui Apa yang Layak Menjadi Fokus Utama
Fokus tanpa arah sama saja seperti berkendara tanpa tujuan. Teladan terbaik datang dari kisah pemain poker legendaris Phil Ivey, yang terkenal karena konsentrasinya yang luar biasa saat di meja poker, sehingga ia tak menyadari kehadiran pelayan.
Bahkan, memakai headphone tanpa musik menjadi ‘ritual’ untuk membantunya masuk ke zona fokus. Dengan menetapkan prioritas yang jelas dan mengidentifikasi hal terpenting yang harus dikerjakan, fokus menjadi lebih mudah dijaga.
3. Latih Pikiran Lewat Meditasi Mindfulness
Meditasi terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan daya konsentrasi, mengurangi stres, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Penelitian dari Columbia Medical Center menunjukkan bahwa meditasi mindfulness yakni memusatkan perhatian pada napas sambil membiarkan pikiran berlalu, terbukti mampu menenangkan amigdala, bagian otak yang berkaitan dengan stres. Meditasi secara rutin akan membuat otak lebih tahan terhadap gangguan dan lebih sigap dalam menyelesaikan tugas.
4. Coba Latihan Fokus yang Tidak Biasa
Latihan fokus tidak harus selalu konvensional. Dalam buku Initiation to the Hermetics, meskipun ditujukan untuk praktik spiritual, terdapat berbagai latihan untuk melatih visualisasi dan konsentrasi. Intinya, dengan rutin melatih diri untuk fokus pada satu hal dalam waktu lama, kamu akan menyadari sejauh mana kemampuan konsentrasi bisa ditingkatkan.
5. Visualisasikan Hasil Akhir yang Kamu Inginkan
Visualisasi bukan hanya tentang bagaimana kita membayangkan kesuksesan di masa depan, akan tetapi juga melatih otak agar terbiasa fokus pada proses menuju tujuan. Ini berkaitan dengan sistem aktivasi retikular (reticular activating system), bagian otak yang menyaring informasi berdasarkan apa yang dianggap penting.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
