Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 20.00 WIB

Jika Kamu Selalu Mengatakan "Aku Baik-Baik Saja" Meskipun Sebenarnya Tidak, Kamu Mungkin Memiliki 7 Sifat Unik Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang selalu mengatakan "Aku baik-baik saja". (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang selalu mengatakan "Aku baik-baik saja". (Freepik).

JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara benar-benar merasa baik dan sekadar mengatakan “aku baik-baik saja” saat sedang tidak dalam kondisi tersebut.
Perbedaan ini terletak pada kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain. Ungkapan tersebut sering kali menjadi cara untuk menutupi perasaan sebenarnya, seolah mengenakan topeng yang menyamarkan emosi.

Dalam psikologi, kebiasaan ini justru dapat menunjukkan tujuh karakteristik unik yang mungkin tidak disadari. Sifat-sifat ini tidak selalu buruk, tetapi perlu dipahami agar tidak berdampak negatif pada kesehatan mental.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (29/5), berikut tujuh ciri yang sering dimiliki oleh mereka yang terbiasa mengatakan "aku baik-baik saja" padahal kenyataannya sebaliknya.

1. Pencinta Kedamaian

Salah satu alasan umum mengapa seseorang enggan menunjukkan perasaannya adalah karena memiliki keinginan kuat untuk menjaga suasana tetap damai.

Tipe ini cenderung menghindari konflik dan lebih memilih diam demi menghindari pertengkaran atau reaksi negatif dari orang lain. Menyimpan masalah dianggap lebih baik ketimbang merusak keharmonisan lingkungan sekitar.

Sikap ini seperti bentuk perlindungan tak terlihat, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar. Namun, menyimpan emosi terlalu lama juga bisa berdampak buruk secara emosional.

2. Memiliki Empati Tinggi

Mereka yang sensitif terhadap perasaan orang lain sering kali memilih untuk tidak membebani orang lain dengan masalah pribadi. Ini adalah bentuk empati yang dalam.

Keinginan untuk melindungi perasaan orang lain membuat mereka memendam beban sendiri. Ada rasa bersalah jika harus membuat orang lain ikut memikirkan apa yang sedang dirasakan.

Sikap seperti ini patut diapresiasi, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kesadaran bahwa berbagi perasaan dengan orang terdekat bukanlah bentuk kelemahan.

3. Tangguh Menghadapi Tekanan

Mengatakan “aku baik-baik saja” dalam kondisi sulit bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki ketangguhan luar biasa. Mereka mampu bertahan dan terus berjalan meski berada dalam tekanan.

Orang dengan sifat ini memandang masalah sebagai tantangan yang harus dihadapi, bukan halangan yang menghentikan langkah. Sikap positif seperti ini mencerminkan daya tahan mental yang tinggi.

Namun, penting diingat, menjadi kuat bukan berarti menolak merasakan emosi. Mengakui rasa sedih atau kecewa justru membantu proses pemulihan emosi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore