
Ilustrasi orang yang sedang bulan madu.
JawaPos.com - Pernikahan adalah sebuah perjalanan dua insan manusia yang di mana mereka saling menaruh harapan untuk selalu bersama, menjalin kasih sayang, saling memahami satu sama lain.
Namun pada realitanya, pernikahan tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak hal-hal yang pada akhirnya butuh penerimaan dan kata maaf berkali-kali, karena bagaimanapun juga kita adalah manusia.
Bahkan sekalipun di dalam pernikahan itu ada masa-masa indah, yakni disebut dengan bulan madu, tapi semua itu bisa berubah. Perasaan cinta dan kasih sayang dalam pernikahan bersifat fluktuatif atau naik turun.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (14/05) inilah 7 perilaku semasa bulan madu tapi bisa jadi menjengkelkan di kemudian hari:
1. Kebutuhan konstan akan kasih sayang
Siapapun pasti menyukai berpegangan tangan, menyentuh, berpelukan, dan berciuman terus-menerus yang datang dengan fase bulan madu. Ini adalah musim cinta di mana kasih sayang tampaknya meluap dalam kelimpahan. Manis, romantis, dan menawan.
Tetapi seiring berjalannya waktu, kebutuhan konstan akan kasih sayang fisik ini dapat mulai terasa sombong dan bahkan mencekik. Bukannya kita tidak menikmati kasih sayang dari pasangan, tetapi ada kalanya ruang pribadi juga dibutuhkan.
Seperti yang pernah dikatakan Carl Jung dengan bijak, "Pertemuan dua kepribadian seperti kontak dua zat kimia, jika ada reaksi, keduanya berubah."
Transformasi ini melibatkan pemahaman tentang kebutuhan satu sama lain, termasuk kebutuhan akan ruang pribadi.
Jika pasangan membutuhkan lebih sedikit pegangan tangan saat berbelanja bahan makanan atau kadang-kadang tidak ingin berpelukan sambil menonton TV, tidak apa-apa karena itu wajar.
2. Bahasa "kita"
Selama tahap awal cinta, adalah hal yang umum untuk mulai menyebut diri sendiri dan pasangan sebagai "kita". Seperti “Kami menyukai film ini," "kami akan pergi ke taman," "kami pikir ini adalah ide yang bagus." Itu menawan dan melambangkan persatuan dan kepentingan bersama.
Tetapi seiring berjalannya waktu, bahasa "kita" ini dapat mulai terasa sedikit mencekik. Penting untuk diingat bahkan dalam sebuah hubungan, kamu masih merupakan individu dengan pikiran, perasaan, dan preferensi sendiri.
Menyadari hal ini tidak membuat kamu kurang dari pasangan, dan itu hanya menambah kedalaman dan keaslian pada hubungan.
3. Gerakan romantis yang berlebihan

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
