Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 13.00 WIB

10 Cara Menghentikan Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Uang di Tahun 2025

Ilustrasi mengelola uang (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Di era yang serba instan seperti saat sekarang, semua dapat terjadi hanya dengan perpindahan jari di antara keypad layar ponsel. Begitu pun dengan belanja. Dengan pembelian sekali klik dan pengiriman dua hari seperti sekarang, pengeluaran berlebihan dapat terjadi begitu saja.

Kemudahan itu lama kelamaan dapat menjadi kebiasaan buruk dalam pengelolaan uang. Kebiasaan buruk ini dapat membuat kamu kesulitan untuk memenuhi pengeluaran dan mempersulit pencapaian tujuan keuanganmu. 

Parahnya, kebiasaan keuangan yang buruk dapat membuat kamu rentan terhadap keadaan darurat seperti kehilangan pekerjaan atau biaya pengobatan secara tiba-tiba. 

Melansir dari Rocketmoney.com, Senin (12/5), di bawah ini akan kamu temukan kebiasaan keuangan buruk yang paling umum, dan beberapa saran tentang bagaimana kamu dapat menghentikannya dengan perilaku keuangan yang lebih positif. 

1. Hindari Pengeluaran Berlebihan

Jika kamu memiliki cukup uang, dan kamu terus-menerus menghabiskan lebih banyak dari yang seharusnya, ini sama dengan kamu tidak dapat mencapai tujuan keuangan lainnya, seperti menabung untuk masa pensiun, pergi haji, dan lain-lain.

Untuk menghindari pengeluaran berlebihan, kamu dapat trik-trik kecil untuk mencapai tujuan keuangan lainnya. 

Misalnya, kamu dapat memasang gambar tujuan liburan yang kamu inginkan sebagai gambar latar di ponsel untuk memberimu waktu sejenak sebelum membeli pakaian baru. Kamu juga bisa meminta bantuan seseorang untuk membantu kamu bertanggung jawab, baik itu teman atau penasihat keuangan. 

2. Buatlah Anggaran dan Patuhi

Istilah "anggaran" mungkin terasa negatif. Namun, itu hanyalah rencana tentang bagaimana kamu akan membelanjakan dan menyimpan uang. 

Setelah itu, patuhi anggaran yang telah kamu buat. Dengan memiliki rencana ini, kamu dapat menghentikan beberapa kebiasaan buruk dalam mengelola uang seperti pengeluaran berlebihan. 

2. Mulai Dana Darurat

Kebiasaan penting yang harus dihentikan adalah tidak memiliki dana darurat. Jumlah uang yang ditetapkan ini biasanya disimpan dalam rekening tabungan terpisah yang dapat kamu andalkan saat terjadi kejadian tak terduga atau keadaan darurat. 

Menyiapkan dana darurat dimulai dengan mengetahui berapa jumlah yang harus dimasukkan ke dalamnya. Aturan praktis yang baik untuk dipertimbangkan adalah menyisihkan setidaknya tiga hingga enam bulan pengeluaran pokok.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore