Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 07.25 WIB

7 Momen Kehidupan yang Membuat Orang Menyadari Betapa Rapuhnya Hidup: Apa Salah Satunya?

Ilustrasi orang yang sedang rapuh./Pexels. - Image

Ilustrasi orang yang sedang rapuh./Pexels.

JawaPos.com - Sejatinya kehidupan manusia tidak selalu diselimuti kebahagiaan, semuanya datang silih berganti agar kita diberi ruang untuk belajar dan bertumbuh.

Banyak hal yang membuat kita akhirnya tersadar bahwa ketenangan dan kedamaian batin adalah kunci kebahagiaan, bukan hanya sekedar status, harta, atau hal yang berbau kehidupan dunia.

Dilansir dari laman DM News pada Minggu (04/05) inilah 7 momen kehidupan yang membuat orang menyadari betapa rapuhnya hidup, di antaranya adalah :

1. Ketakutan akan kondisi kesehatan

Tidak ada yang membawa kerapuhan kehidupan menjadi fokus yang lebih tajam selain masalah kesehatan. Ini mungkin diagnosis yang tidak terduga atau pemeriksaan rutin yang muncul sebagai tanda bahaya.

Satu menit, kamu baik-baik saja pergi ke gym, menelusuri media sosial, merencanakan liburan akhir pekan dan berikutnya, terjebak di ruang tunggu, dikonsumsi oleh kekhawatiran.

Sungguh luar biasa betapa cepatnya rasa aman kita dapat hancur ketika tubuh kita memberi kita pemeriksaan realitas. Ini adalah pengingat yang serius. Hawa tubuh kita tidak tahan peluru, dan waktu di hidup di dunia begitu terbatas.

2. Kehilangan orang yang dicintai

Kematian seseorang yang dekat adalah pengingat yang mendalam bahwa tidak ada dan tidak ada seorang pun bertahan selamanya. Kesedihan adalah panggilan bangun yang kuat dan bisa menjadi sumber kesedihan yang mendalam tetapi juga katalis untuk perubahan.

Seperti yang pernah dikatakan Dale Carnegie, “Hari ini adalah kehidupan, satu-satunya kehidupan yang kamu yakini. Maksimalkan hari ini.” Kehilangan orang yang dicintai membuat kutipan itu menjadi kenyataan.

Ketidakhadiran mereka meninggalkan kekosongan yang tidak dapat diisi dengan menunda koneksi penting atau mengabaikan orang-orang yang paling penting.

3. Pengalaman mendekati kematian

Menggantung pada benang antara hidup dan mati akan mengubahmu, itu tidak diragukan lagi. Ketika kamu berhadapan langsung dengan kematian sendiri, gangguan sehari-hari seperti kemacetan lalu lintas atau rekan kerja yang terus-menerus membicarakanmu menjadi sepele.

Kamu mulai melihat berapa banyak waktu yang kamu buang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Pergeseran perspektif ini dapat memicu keinginan yang mendalam untuk hidup lebih penuh petualangan, terhubung dengan orang-orang lebih dalam, atau mengambil lompatan yang telah kamu tunda.

Pengalaman mendekati kematian sering kali memberantas mentalitas "suatu hari nanti". Mereka mengingatkan kita bahwa hidup tidak berlangsung selamanya dan jika ada sesuatu yang kamu impikan untuk dilakukan, sebaiknya menemukan cara untuk melakukannya lebih cepat daripada nanti.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore