
Ilustrasi seseorang yang mencoba kuliner lokal saat traveling. (Freepik).
Lalu, mengapa ada orang yang memilih untuk tidak mencoba kuliner lokal saat berwisata? Menurut psikologi, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Dilansir dari Geediting pada Senin (28/4), berikut ini adalah tujuh perilaku yang umum dijumpai pada orang yang jarang mencoba kuliner lokal ketika traveling.
Berada di luar zona nyaman sering kali membuat seseorang merasa cemas, apalagi jika berkaitan dengan makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya. Ketakutan akan hal yang tidak dikenal sering kali menjadi alasan utama bagi sebagian orang untuk menghindari makanan lokal.
Makanan yang sudah biasa dikonsumsi, seperti fast food atau hidangan internasional, memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan. Mereka cenderung merasa lebih nyaman mengonsumsi makanan yang sudah dikenalnya, menghindari risiko merasa tidak cocok atau bahkan mengalami reaksi negatif terhadap makanan tersebut.
Beberapa orang memiliki kebutuhan yang kuat untuk mengontrol setiap aspek perjalanan mereka, termasuk pilihan makanannya. Mereka lebih memilih untuk makan di tempat-tempat yang menawarkan makanan yang sudah familiar, daripada mencoba masakan lokal yang mungkin terasa asing.
Kebiasaan ini bisa berkaitan dengan kebutuhan psikologis untuk merasa aman dan terorganisir, sehingga mereka merasa lebih baik dengan memilih makanan yang mereka tahu pasti rasanya.
Cara seseorang memilih makanan juga dipengaruhi oleh pola makan yang diterapkan saat mereka kecil. Jika tumbuh di keluarga yang jarang mengenalkan makanan baru, kebiasaan makan ini cenderung terbawa hingga dewasa.
Ketika bepergian ke tempat baru, mereka lebih memilih untuk makan makanan yang sudah dikenal daripada mencoba hidangan yang mungkin tidak sesuai dengan selera atau kebiasaan mereka.
Beberapa orang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rasa dan bau makanan. Orang-orang ini, yang sering kali disebut sebagai “super smellers,” cenderung menghindari makanan dengan bau yang kuat atau rasa yang tajam, yang sering kali ditemukan pada kuliner lokal.
Sensitivitas ini membuat mereka lebih memilih makanan yang lebih netral atau tidak terlalu beraroma. Meskipun mereka tidak bermaksud menolak budaya kuliner setempat, keterbatasan indera mereka membuat mereka lebih memilih untuk tidak mencoba makanan yang mungkin mengganggu indera penciuman dan pengecap mereka.
Saat berada di tempat yang jauh dari rumah, terkadang orang mencari kenyamanan dalam hal yang sudah dikenal, termasuk dalam pilihan makanan. Makanan yang sudah biasa dimakan memberi rasa familiar dan normalitas di tengah perbedaan budaya yang ada.
Ini bukan berarti mereka tidak tertarik dengan kuliner lokal, melainkan mereka merasa lebih nyaman dan aman dengan memilih makanan yang sudah mereka kenal.
Terkadang, banyak pilihan makanan di tempat yang baru malah membuat seseorang merasa cemas dan bingung memilih. Ketakutan untuk membuat pilihan yang salah dan merasa menyesal dapat menyebabkan seseorang memilih makanan yang sudah mereka tahu daripada mengambil risiko mencoba sesuatu yang baru.
Hal ini menciptakan semacam kecemasan dalam membuat keputusan yang sering kali berujung pada keputusan untuk menghindari makanan lokal sama sekali.
Terakhir, ada juga faktor pembatasan diet atau alergi yang bisa membuat seseorang memilih untuk tidak mencoba kuliner lokal. Beberapa orang mungkin memiliki alergi makanan tertentu atau mengikuti pola makan yang sangat spesifik, yang membatasi pilihan makanan mereka.
Dalam hal ini, mereka lebih memilih untuk tetap makan makanan yang sudah dipastikan aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka, meskipun itu berarti melewatkan kesempatan untuk mencoba kuliner lokal.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
