Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 23.21 WIB

Orang yang Suka Berbohong alias Tidak Jujur Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Perilaku Ini Menurut Psikologi

ilustrasi orang yang berbohong. (Freepik) - Image

ilustrasi orang yang berbohong. (Freepik)

JawaPos.com – Kejujuran adalah salah satu hal fundamental dalam memelihara hubungan sosial. Sayangnya, tidak semua orang menjunjung tinggi prinsip ini.

Beberapa individu punya kecenderungan untuk memanipulasi, menyembunyikan kebenaran, atau bahkan rela jadi pembohong demi keuntungan pribadi.

Dalam psikologi, ada sejumlah ciri perilaku yang dapat menunjukkan bahwa seseorang suka berbogong alias tidak jujur.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (5/3), berikut sembilan ciri seseorang yang suka berbohong alias tidak jujur menurut psikologi.

  1. Menjawab tidak langsung dan berbelit-belit

Bila seseorang selalu menghindar dari pertanyaan sederhana, ini bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang disembunyikan.

Mereka selalu memberikan tanggapan yang berbelit-belit atau tidak fokus saat dimintai keterangan. Pola komunikasi seperti ini biasa dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari inti permasalahan.

Psikolog menyebut ini sebagai teknik “defleksi”, dan biasanya digunakan untuk menghindari pertanggungjawaban.

Setiap kali seseorang konsisten menghindari menjawab dengan tegas, khususnya untuk hal-hal penting, maka dia patut dicurigai kejujurannya.

Cara mereka untuk memutar balik pembicaraan menjadi tanda bahwa mereka kemungkinan berbohong.

  1. Menyampaikan Cerita yang tidak konsisten

Perhatikan saat seseorang kerap menceritakan versi berbeda dari satu peristiwa. Ketidakkonsistenan dalam detail cerita bisa menjadi petunjuk bahwa ia tidak jujur.

Misalnya, seseorang yang mengubah-ubah alasan ia terlambat atau memberi penjelasan yang saling bertentangan atas sesuatu hal.

Orang jujur mungkin akan lupa sedikit detail, tetapi garis besar ceritanya akan tetap sama. Lain halnya dengan individu yang suka berbohong. Dia akan terus-menerus mengubah narasi untuk menutupi dustanya.

Bila anda kerap mendengar perubahan atau kontradiksi dalam penjelasannya, ini bisa menjadi indikasi bahwa orang tersebut tidak sepenuhnya mengatakan yang sebenarnya.

  1. Kontak mata yang tidak biasanya

Komunikasi nonverbal bisa memberikan petunjuk penting tentang kejujuran seseorang. Termasuk di dalamnya kontak mata.

Setidaknya Ada dua pola ekstrem yang patut anda waspadai. Pertama, orang yang berbohong cenderung menghindari kontak mata. Itu karena mereka merasa bersalah atau cemas.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore