Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 00.18 WIB

7 Tanda Kamu Berurusan dengan Orang Berkarakter Narsistik yang Perlu Dipahami, Salah Satunya Rasa Bangga Berlebihan

Ilustrasi tanda kamu berurusan dengan orang berkarakter narsistik (lookstudio/freepik.com) - Image

Ilustrasi tanda kamu berurusan dengan orang berkarakter narsistik (lookstudio/freepik.com)

JawaPos.com - Dr. Markley menuturkan bahwa istilah narsistik sering digunakan untuk menggambarkan orang yang terlihat mementingkan diri sendiri atau memiliki ego yang berlebihan.

Sayangnya, gangguan kepribadian narsistik (NPD) merupakan kondisi kesehatan mental yang hanya bisa didiagnosis oleh profesional.

NPD termasuk dalam gangguan kepribadian golongan B yang juga mencakup gangguan kepribadian ambang (BPD), gangguan kepribadian antisosial (ASPD), dan gangguan kepribadian histrionik (HPD).

Keadaan ini perlu diwaspadai sebab dapat memberikan dampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Semua kondisi ini memiliki kesamaan, yakni kecenderungan berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan cara yang tidak sehat atau tidak sesuai dengan norma sosial.

Mengutip Health Cleveland Clinic, berikut ini tanda-tanda kamu berurusan dengan orang berkarakter narsistik yang perlu dipahami, salah satunya rasa bangga berlebihan.

1. Rasa Bangga Berlebihan

Kita sering menemui orang yang meski telah mencapai banyak hal, tetap bersikap rendah hati. Akan tetapi, ini tidak berlaku bagi penderita NPD (Gangguan Kepribadian Narsistik) yang seringkali membanggakan diri, harta, dan pencapaian mereka. DSM-5 menyebutkan bahwa rasa superioritas terhadap orang dengan NPD tidak selalu didasarkan pada usaha nyata.

Mereka cenderung melebih-lebihkan pencapaian atau bahkan mengharapkan perlakuan istimewa tanpa berkontribusi secara nyata, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Salah satu aspek NPD yang jarang dibahas adalah kecenderungan mereka menetapkan standar yang tidak realistis. Menurut Dr. Markley, hal ini terjadi sebab mereka sering melebih-lebihkan kemampuan diri, sehingga merasa tujuan mereka dapat tercapai, walau sebenarnya tidak realistis.

2. Fantasi tentang memiliki dan pantas mendapatkan

Menurut DSM-5, orang dengan NPD umumnya terobsesi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecemerlangan, kecantikan, atau cinta ideal yang tak terbatas. Kita semua mungkin pernah berkhayal tentang menjadi kaya, terkenal, berkuasa, dicintai, atau berbakat.

Namun, bagi penderita NPD, khayalan-khayalan ini bukan sekadar imajinasi, melainkan mekanisme pertahanan diri. Dr. Markley menjelaskan bahwa ada dua sisi dalam NPD, yakni sisi yang megah dan sisi yang rentan. Kedua sisi ini saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri. Di balik tampilan percaya diri yang terlihat, mereka sering punya harga diri yang sangat rendah.

Fantasi tentang kesuksesan dan kepantasan berfungsi seperti perisai, memungkinkan mereka untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Membayangkan hal-hal yang luar biasa ini membantu mereka menutupi perasaan ketidakcukupan dan membuat mereka lebih mudah mengidentifikasi diri dengan citra yang dibuat.

3. Rasa superioritas diri

Sejak kecil, kita diajarkan bahwa setiap orang memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing. Namun, bagi mereka yang mengalami NPD (Gangguan Kepribadian Narsistik), pandangan ini bisa sedikit berbeda. Menurut DSM-5, orang dengan NPD cenderung merasa begitu unik dan istimewa hingga mereka percaya bahwa sebagian besar orang tidak akan pernah benar-benar memahami mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore