Ilustrasi seseorang yang menunjukkan kurangnya kecerdasan emosional. (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kecerdasan emosional dan kesopanan sering kali dianggap serupa, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Tidak sedikit orang yang keliru menganggap bahwa bersikap sopan sama dengan memiliki kecerdasan emosional. Memang, keduanya melibatkan penghormatan dan kepedulian terhadap orang lain. Namun, ada beberapa ungkapan yang meskipun terdengar sopan, justru menunjukkan kurangnya kecerdasan emosional.
Kecerdasan emosional berkaitan dengan kemampuan memahami, mengelola, dan memengaruhi emosi diri sendiri serta orang lain. Ironisnya, ada beberapa ungkapan yang sering digunakan dengan maksud baik, tetapi malah memberikan efek sebaliknya.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (2/4), berikut ini delapan ungkapan yang sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kualitas komunikasi dan menunjukkan kurangnya kecerdasan emosional.
1. "Tenang Dulu"
Dalam situasi panas, banyak orang refleks mengatakan "tenang dulu" untuk meredakan suasana. Namun, alih-alih membantu, ungkapan ini sering kali terdengar meremehkan dan mengabaikan perasaan lawan bicara.
Saat seseorang sedang emosional, menyuruhnya tenang tidak memberikan validasi terhadap perasaannya. Sebaliknya, hal ini justru dapat membuatnya merasa tidak dipahami dan semakin kesal.
Pendekatan yang lebih bijak adalah dengan mengatakan, "Aku lihat kamu sedang kesal. Ayo kita cari jalan keluarnya bersama." Ungkapan ini menunjukkan empati dan keinginan untuk membantu, bukan sekadar menyuruh diam.
2. "Ini Bukan Masalah Besar"
Ketika seseorang mengungkapkan kekhawatiran, mengatakan "ini bukan masalah besar" bisa membuat mereka merasa diabaikan. Mungkin bagi kita hal itu sepele, tetapi bagi mereka bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Mengabaikan perasaan orang lain menunjukkan kurangnya kecerdasan emosional. Setiap orang memiliki perspektif berbeda, dan empati berarti menghargai sudut pandang mereka.
Sebagai gantinya, cobalah mengatakan, "Aku lihat ini sangat mengganggumu. Bisa ceritakan lebih lanjut kenapa ini penting untukmu?" Dengan begitu, komunikasi tetap terbuka dan lebih menghargai perasaan lawan bicara.
3. "Aku Tahu Persis Bagaimana Perasaanmu"
Kalimat ini sering digunakan untuk menunjukkan empati, tetapi sebenarnya bisa terdengar meremehkan. Setiap orang memiliki pengalaman unik, dan meskipun situasinya serupa, perasaan yang dirasakan belum tentu sama.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
