
Ciri Orang yang Berusaha Terlihat Kaya di Tempat Umum: 7 Perilaku yang Mereka Tampilkan
JawaPos.com - Kita semua pernah mengalaminya: anda sedang duduk di kafe atau mengantre, dan anda melihat seseorang terlalu pamer. Atau setidaknya mereka berusaha terlalu keras untuk terlihat lebih "kelas atas" daripada yang sebenarnya.
Hal ini bisa menjadi situasi awkward bagi semua orang, tetapi juga cukup menarik untuk diamati. Beberapa orang yang berusaha terlihat kaya melakukan ini untuk mendapatkan validasi sosial, sementara yang lain mungkin hanya terjebak dalam gaya hidup yang sebenarnya tidak mereka mampu.
Ironisnya, orang kelas atas yang sesungguhnya sering kali lebih memilih kesederhanaan dibandingkan pamer di tempat umum. Lalu, bagaimana cara mengenali mereka yang terlalu berusaha?
Dilansir dari DM News pada Senin (31/3) berikut ini dia tujuh perilaku yang sering mereka tunjukkan!
1. Memakai Brand Terkenal dengan Logo Mencolok dari Ujung Kepala Sampai Ujung Kaki
Memakai barang bermerek bukan masalah, tapi jika seseorang mengenakan pakaian dengan logo besar di mana-mana—jaket, tas, sepatu, bahkan ikat pinggang—itu lebih terlihat seperti usaha keras untuk menunjukkan status daripada sekadar menikmati mode.
Orang kelas atas sejati lebih memilih gaya yang lebih elegan dan tidak mencolok. Mereka mengutamakan kualitas tanpa harus selalu memamerkan logo brand mereka di tempat umum.
Menariknya, studi tentang "konsumsi berlebihan" menunjukkan bahwa orang yang terlalu banyak memamerkan barang mewah justru sering dianggap kurang dapat dipercaya. Jadi, jika anda melihat seseorang yang terlalu "branding", kemungkinan besar mereka hanya ingin menarik perhatian, bukan benar-benar memiliki status tinggi.
2. Menyebutkan Nama dan Membanggakan Koneksi
Kita semua pasti pernah bertemu dengan seseorang yang selalu menyebut nama-nama orang terkenal yang (katanya) mereka kenal. Entah itu seorang CEO perusahaan besar atau selebritas yang "sering mengirimi mereka pesan".
Lucunya, orang kelas atas sejati tidak merasa perlu untuk membanggakan kenalan mereka. Mereka memang berada di lingkungan eksklusif, tetapi tidak pernah memamerkan hubungan mereka hanya untuk mendapatkan pengakuan. Sebaliknya, mereka fokus pada membangun hubungan yang autentik dan alami.
3. Terlalu Sering Menggunakan Aksen “Mewah” atau Kosakata yang Dipaksakan
Pernah mendengar seseorang yang tiba-tiba berbicara dengan aksen asing setelah liburan singkat ke luar negeri? Atau menggunakan istilah-istilah yang terdengar terlalu dibuat-buat?
Ini adalah salah satu perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang berusaha terlihat kaya. Mereka ingin terdengar lebih berkelas, padahal justru terlihat tidak autentik. Orang yang benar-benar terpelajar tidak perlu memaksakan cara bicara mereka untuk menunjukkan status sosialnya.
4. Terus-Menerus Bercerita Tentang Pengalaman Mewah

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
