Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 19.05 WIB

Orang yang Selalu Meragukan Dirinya Sendiri Biasanya Memiliki 7 Pengalaman Masa Kecil Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang meragukan dirinya sendiri. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang meragukan dirinya sendiri. (Freepik)

JawaPos.com - Meragukan diri sendiri adalah perasaan yang dialami banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, keraguan ini menjadi kebiasaan yang mengakar hingga menghambat mereka dalam mengambil keputusan, mengejar impian, atau bahkan merasa cukup dengan diri sendiri. 

Dalam psikologi, pola ini sering kali berasal dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang melihat dirinya sendiri dan kemampuannya.

Beberapa orang mungkin mengalami lingkungan yang mendukung dan mendorong kepercayaan diri mereka sejak kecil, sementara yang lain tumbuh dalam situasi yang membuat mereka terus mempertanyakan nilai dan kemampuan diri. 

Dilansir dari Small Biz Technology pada Sabtu (22/3), jika seseorang sering merasa tidak percaya diri atau selalu ragu terhadap kemampuannya, kemungkinan besar mereka mengalami salah satu dari tujuh pengalaman masa kecil berikut ini.

1. Sering dikritik secara berlebihan

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana mereka sering dikritik—baik oleh orang tua, guru, atau figur otoritas lainnya—cenderung mengembangkan pola pikir negatif tentang diri mereka sendiri. 

Kritik yang konstruktif memang dibutuhkan untuk perkembangan anak, tetapi jika kritik terlalu sering dan tidak diimbangi dengan pujian atau dorongan positif, anak akan mulai percaya bahwa dirinya tidak cukup baik.

Akibatnya, ketika dewasa, mereka membawa pola pikir ini dalam kehidupan mereka. Setiap kali menghadapi tantangan, mereka cenderung lebih fokus pada kemungkinan gagal daripada pada peluang untuk berhasil. 

Mereka meragukan keputusan mereka dan sering kali merasa tidak layak mendapatkan kesuksesan.

2. Kurangnya dukungan emosional dari orang tua

Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup dukungan emosional dari orang tua sering tumbuh dengan perasaan tidak dihargai atau tidak cukup berharga. 

Ketika seorang anak menghadapi kesulitan, tetapi orang tua tidak memberikan dukungan, perhatian, atau dorongan moral, anak tersebut mulai meragukan kemampuannya sendiri dalam menghadapi dunia.

Saat dewasa, mereka sering merasa tidak yakin dengan pilihan hidupnya dan mencari validasi dari orang lain untuk setiap keputusan yang mereka buat. 

Hal ini menciptakan ketergantungan pada pendapat eksternal, yang semakin memperkuat rasa ragu terhadap diri sendiri.

3. Dibesarkan dalam lingkungan yang sangat kompetitif

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore