Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 04.25 WIB

Orang yang Takut Mati Berlebihan Biasanya Memiliki 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang cemas berlebihan pada kematian. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang cemas berlebihan pada kematian. (Freepik)

JawaPos.com – Ketakutan terhadap kematian memang bagian dari naluri manusia yang tak terhindarkan. Namun jika dibiarkan, ketakutan ini bisa menghalangi kita untuk menikmati hidup saat ini.

Bagi sebagian orang, ketakutan ini bahkan bisa berkembang menjadi sesuatu yang berlebihan hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, mereka mulai mengadopsi kebiasaan tertentu yang justru memperkuat rasa cemas mereka.

Jika anda atau orang di sekitar anda menunjukkan kebiasaan 7 berikut, bisa jadi ada ketakutan mendalam terhadap kematian yang bersembunyi di baliknya, dikutip dari News Reports, Rabu (12/3).

  1. Selalu membayangkan skenario terburuk

Pernah merasa selalu berpikir negatif dan membayangkan hal buruk akan terjadi? Jika iya, anda mungkin mengalami catastrophizing, yaitu kecenderungan untuk membesar-besarkan kemungkinan terburuk dalam setiap situasi.

Misalnya, seseorang yang ketakutan berlebihan terhadap kematian mungkin sering berpikir, “Bagaimana kalau aku terkena penyakit mematikan?” atau “Bagaimana jika terjadi kecelakaan fatal?” 

Pola pikir ini bisa membuat mereka sulit menikmati hidup dan terus-menerus dihantui rasa cemas.

  1. Terobsesi dengan gaya hidup sehat

Menjaga kesehatan itu penting, tapi bagaimana jika seseorang sangat terobsesi hingga takut mencoba makanan baru atau enggan bepergian karena takut terkena penyakit?

Misalnya, ada orang yang selalu membawa puluhan vitamin ke mana-mana, tidak mau makan di luar karena takut bahan makanannya tidak sehat, atau bahkan menghindari perjalanan jauh karena takut terpapar virus.

Jika niat awalnya untuk hidup sehat, tapi berujung pada kecemasan yang berlebihan, ini bisa menjadi tanda ketakutan irasional terhadap kematian.

  1. Selalu mencari kepastian

Orang yang takut mati secara berlebihan sering kali membutuhkan reassurance atau kepastian bahwa mereka baik-baik saja. Ini bisa terlihat dari kebiasaan mereka yang sering mengecek kesehatan meski tidak ada gejala apa pun.

Mereka mungkin sering pergi ke dokter hanya untuk memastikan tidak ada penyakit serius, memeriksa denyut jantung secara berulang, atau terus-menerus bertanya kepada orang terdekat, “Aku baik-baik saja, kan?”

Meskipun meminta kepastian bisa memberikan ketenangan sesaat, ini bukan solusi jangka panjang. Justru, semakin sering mencari kepastian, semakin besar rasa cemas yang bisa muncul.

  1. Menghindari segala hal yang berhubungan dengan kematian

Kita semua mungkin merasa tidak nyaman membicarakan kematian. Namun, orang dengan ketakutan irasional terhadap kematian bisa menghindari topik ini secara ekstrem.

Mereka mungkin menolak menonton film atau membaca buku yang berkaitan dengan kematian, enggan menghadiri pemakaman, bahkan merasa gelisah ketika mendengar berita tentang kematian.

Alih-alih mengatasi rasa takut, kebiasaan ini justru memperkuat ketakutan mereka. Padahal, menerima kenyataan bahwa kematian adalah bagian alami dari kehidupan bisa membantu mengurangi rasa cemas tersebut.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore