
Ilustrasi seseorang yang akan menjadi ayah yang baik. (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Menjadi seorang ayah bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, empati, dan komitmen untuk hadir secara emosional bagi anak-anak. Psikologi menunjukkan bahwa ada tanda-tanda tertentu yang bisa menjadi petunjuk apakah seorang pria memiliki potensi menjadi ayah yang baik.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (7/3), berikut adalah 10 tanda yang menunjukkan seorang pria berpotensi menjadi ayah yang penuh kasih dan bertanggung jawab di masa depan.
1. Mau Mendengarkan dengan Penuh Perhatian
Salah satu tanda utama seorang pria akan menjadi ayah yang baik adalah kemampuannya mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar mengangguk sambil sibuk dengan ponselnya, melainkan memberikan perhatian penuh saat lawan bicara berbicara.
Anak-anak sering kali mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang tidak langsung atau berbelit-belit. Pria yang sabar dan mau mendengarkan setiap celotehan atau keluhan kecil menunjukkan bahwa ia mampu membangun kepercayaan. Jika pasanganmu sudah menunjukkan kebiasaan ini dalam interaksi sehari-hari, ada kemungkinan besar ia akan menjadi ayah yang penuh perhatian.
2. Menjalin Koneksi Emosional yang Mendalam
Anak-anak membutuhkan dukungan emosional untuk tumbuh dan berkembang secara sehat. Seorang pria yang tidak menghindari percakapan tentang perasaan dan mampu merespons emosi orang lain dengan empati menunjukkan kesiapan menjadi ayah yang baik.
Ia tidak hanya bertanya, "Sudah mengerjakan tugas?" tetapi juga, "Bagaimana perasaanmu hari ini?" Pria yang nyaman membicarakan emosi cenderung membangun hubungan yang lebih dekat dan sehat dengan anak-anaknya.
3. Sabar dalam Menghadapi Tantangan
Mengasuh anak penuh dengan tantangan dan kejutan. Pria yang mampu menghadapi situasi sulit tanpa mudah kehilangan kesabaran memiliki potensi besar menjadi ayah yang pengertian.
Jika pasanganmu terbiasa menenangkan diri sebelum bereaksi dalam situasi sulit, ini menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan mengelola emosi. Kesabaran ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak.
4. Mendorong Pola Pikir Berkembang
Psikolog Carol Dweck menyebutkan bahwa mendorong anak untuk fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil, membantu mereka mengembangkan pola pikir yang berkembang.
Pria yang mengatakan, "Mari kita cari tahu bersama" daripada "Kamu memang tidak berbakat" menunjukkan pemahaman mendalam tentang pentingnya pembelajaran. Pendekatan ini mengajarkan anak-anak bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pertumbuhan dan membentuk mereka menjadi individu yang tangguh.
5. Menghargai Waktu Bermain dan Imajinasi

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
