Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Januari 2026 | 00.26 WIB

Jika Anda Tidak Memiliki Teman Dekat, Bisa Jadi Ini Kebiasaan yang Anda Pelajari Sejak Lama Menurut Psikologi

seseorang yang tidak memiliki teman dekat./Freepik/rawpixel.com - Image

seseorang yang tidak memiliki teman dekat./Freepik/rawpixel.com

JawaPos.com - Tidak semua orang yang sendirian merasa kesepian. Namun, ketika seseorang menyadari bahwa ia tidak memiliki teman dekat—bukan sekadar kenalan, bukan sekadar rekan kerja, tetapi sosok yang benar-benar memahami dirinya—pertanyaan besar pun muncul: “Ada yang salah dengan saya?”

Psikologi modern tidak melihat hal ini sebagai kesalahan atau kekurangan bawaan. Sebaliknya, para psikolog meyakini bahwa ketiadaan teman dekat sering kali merupakan hasil dari kebiasaan psikologis yang terbentuk sejak lama.

Kebiasaan ini bisa berasal dari pengalaman masa kecil, pola asuh, luka emosional, hingga cara seseorang belajar melindungi dirinya sendiri dari rasa sakit.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (15/1), terdapat beberapa kebiasaan yang, menurut psikologi, tanpa disadari dapat membuat seseorang sulit memiliki teman dekat.

1. Terlalu Mandiri hingga Sulit Membuka Diri

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa bergantung pada orang lain adalah tanda kelemahan.

Akibatnya, mereka belajar melakukan segalanya sendiri—menyelesaikan masalah sendiri, menenangkan diri sendiri, dan menyimpan perasaan sendiri.

Dalam psikologi, sikap ini sering dikaitkan dengan avoidant attachment style. Orang dengan pola ini tampak kuat dan mandiri, tetapi di baliknya ada ketakutan akan ketergantungan emosional.

Teman dekat membutuhkan keterbukaan, dan keterbukaan menuntut keberanian untuk terlihat rapuh—sesuatu yang sejak lama dihindari.

2. Terbiasa Menjadi Pendengar, Bukan Pencerita

Sebagian orang sangat piawai mendengarkan masalah orang lain. Mereka suportif, bijak, dan selalu ada saat dibutuhkan.

Namun, ironisnya, mereka jarang—atau bahkan tidak pernah—menceritakan isi hati sendiri.

Psikologi menyebut ini sebagai pola self-silencing. Kebiasaan ini sering terbentuk karena keyakinan lama bahwa perasaan sendiri “tidak sepenting” perasaan orang lain.

Akibatnya, relasi yang terbangun terasa satu arah: hangat, tetapi tidak intim. Tanpa berbagi diri, kedekatan emosional sulit tercipta.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore