Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Oktober 2025 | 22.15 WIB

8 Perilaku Khas yang Menandakan Anda Mungkin Kakek-Nenek yang Sulit

ilustrasi pasangan kakek-nenek yang sedang berdiskusi dengan anak dewasa mereka, menunjukkan perlunya komunikasi dan batasan. (Freepik) - Image

ilustrasi pasangan kakek-nenek yang sedang berdiskusi dengan anak dewasa mereka, menunjukkan perlunya komunikasi dan batasan. (Freepik)

JawaPos.com - Menjadi kakek-nenek adalah peran yang membahagiakan dan penting dalam sebuah keluarga. Hubungan yang positif sangat bergantung pada rasa hormat dan batasan yang jelas. Namun, terkadang kakek-nenek dapat menunjukkan perilaku yang tanpa disadari justru mempersulit dinamika keluarga.

Perilaku ini seringkali muncul dari rasa cinta yang salah arah atau kebutuhan mengendalikan. Melansir dari Geediting.com, Jumat (17/10), mengenali delapan perilaku ini adalah langkah pertama. Ini membantu mencegah Anda menjadi kakek-nenek yang sulit dalam keluarga.

Berikut adalah delapan perilaku yang menandakan Anda mungkin kakek-nenek yang sulit:

1. Mengkritik Pilihan Mengasuh Anak Dewasa Terus-menerus

Mengomentari cara anak dewasa Anda memberi makan, mendisiplinkan, atau mendidik anak mereka melanggar batasan. Kritik yang terus-menerus merusak kepercayaan diri mereka sebagai orang tua. Ketegangan yang tercipta juga pasti dirasakan oleh cucu-cucu Anda.

2. Mengabaikan Aturan Rumah Saat Menjaga Cucu

Mengabaikan aturan rumah yang ditetapkan oleh orang tua saat mengasuh dapat membingungkan anak. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap otoritas pengasuhan anak dewasa Anda. Padahal, konsistensi adalah kunci dalam mengasuh anak.

3. Menggunakan Rasa Bersalah untuk Komentar

Membuat komentar yang memicu rasa bersalah tentang kurangnya waktu bertemu cucu merusak hubungan. Anak dewasa Anda memiliki kehidupan yang sangat sibuk, dan mereka sudah berusaha sebaik mungkin. Manipulasi emosional seperti ini justru menjauhkan kontak.

4. Memilih Kasih di Antara Cucu-Cucu

Membandingkan cucu, memberikan hadiah yang lebih baik pada satu cucu, atau menghabiskan lebih banyak waktu dengan yang lain menciptakan kerusakan. Anak-anak sangat peka dan akan merasakan ketidakadilan ini. Perlakuan tidak adil dapat merusak hubungan.

5. Membagi Nasihat Pengasuhan Tanpa Diminta

Ada garis tipis antara berbagi kebijaksanaan dan terus-menerus menawarkan saran yang tidak diminta. Jika setiap percakapan menjadi pelajaran, anak Anda mungkin merasa lelah. Lebih baik menawarkan dukungan tulus daripada ceramah panjang.

6. Merusak Disiplin di Depan Cucu

Mencampuri dan merusak disiplin yang sedang diterapkan orang tua di saat itu juga merusak aturan. Ini membingungkan anak tentang konsekuensi perilaku mereka. Ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak menghormati otoritas orang tua.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore