Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 05.43 WIB

11 Perilaku Halus yang Sering Dilakukan Pria di Rumah Saat Perasaan Cintanya pada Istri Mulai Memudar, Menurut Psikologi Pernikahan

11 Perilaku Halus yang Sering Dilakukan Pria di Rumah Saat Perasaan Cintanya pada Istri Mulai Memudar - Image

11 Perilaku Halus yang Sering Dilakukan Pria di Rumah Saat Perasaan Cintanya pada Istri Mulai Memudar

JawaPos.com - Tidak semua hubungan rumah tangga berakhir karena pertengkaran besar atau perselingkuhan. Sering kali, cinta memudar perlahan, nyaris tanpa suara, dan hanya meninggalkan jejak dalam bentuk perilaku sehari-hari. Seorang suami yang tadinya hangat, penuh perhatian, dan suportif, bisa saja berubah menjadi pribadi yang dingin, tertutup, atau acuh tak acuh tanpa alasan yang jelas.

Menurut sebuah studi dalam The Qualitative Report, perubahan ini kerap berawal dari perasaan kehilangan, luka batin, atau kejenuhan emosional. Perasaan tersebut tidak selalu diungkapkan secara verbal, melainkan tercermin dari kebiasaan kecil di rumah yang secara tidak langsung menunjukkan jarak emosional yang semakin lebar.

Dilansir dari laman Your Tango, memahami tanda-tanda ini bukan berarti menghakimi pasangan, tetapi sebagai langkah awal untuk menyelamatkan hubungan sebelum semuanya terlambat.

Berikut 11 tanda yang paling umum terjadi, dilengkapi penjelasan psikologis, contoh kasus nyata, dan saran yang bisa membantu pasangan menghadapi masalah ini.

1. Menghindari Percakapan Mendalam

Salah satu tanda paling awal ketika pria mulai kehilangan ketertarikan emosional adalah hilangnya percakapan yang bermakna. Ia mungkin masih berbicara, tetapi topiknya ringan dan dangkal—seputar pekerjaan, cuaca, atau jadwal harian—tanpa menyentuh hal-hal personal.

Mengapa ini terjadi?
Banyak pria menghindari kerentanan emosional karena takut memicu konflik atau merasa tidak lagi nyaman berbagi isi hati. Menurut terapis pernikahan, percakapan mendalam adalah "jembatan" yang menghubungkan emosi kedua pasangan. Jika jembatan ini runtuh, hubungan akan mudah retak.

Contoh nyata:
Bayangkan suami yang dulu selalu bercerita tentang mimpinya, kini hanya menjawab “biasa saja” saat ditanya bagaimana harinya.

Saran:
Cobalah membuat rutinitas percakapan sebelum tidur, tanpa distraksi ponsel atau TV, untuk membangun kembali koneksi emosional.

2. Tidak Lagi Memberikan Pujian

Pujian adalah bentuk validasi yang sederhana namun bermakna. Saat suami berhenti mengucapkan "Kamu cantik hari ini" atau "Terima kasih sudah masak", hal ini bisa membuat istri merasa tidak dihargai.

Dampak psikologis:
Menurut Personality and Social Psychology Bulletin, rasa dihargai secara verbal memperkuat ikatan emosional. Hilangnya pujian sering kali menandakan menurunnya ketertarikan atau keintiman.

Saran:
Mulailah dari hal kecil, seperti memuji penampilan, masakan, atau pencapaian pasangan. Kebiasaan positif ini dapat memicu kehangatan kembali.

3. Menghindari Waktu Berkualitas Bersama

Waktu berkualitas (quality time) bukan soal lamanya durasi, melainkan kualitas perhatian yang diberikan. Pria yang sudah kehilangan cinta mungkin lebih memilih lembur di kantor, menghabiskan waktu di luar, atau sibuk dengan gawai.

Efeknya:
Kekosongan emosional yang timbul dari hilangnya quality time bisa menumbuhkan rasa kesepian dan keterasingan dalam pernikahan.

Saran:
Buat jadwal khusus untuk beraktivitas bersama, walau hanya 30 menit sehari, misalnya menonton film atau berjalan sore.

4. Menyimpan Rahasia

Kejujuran adalah pondasi pernikahan. Ketika suami mulai menyembunyikan aktivitas, pengeluaran, atau perasaan, kepercayaan pun terkikis.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore