Ilustrasi mengelola uang (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Di era yang serba instan seperti saat sekarang, semua dapat terjadi hanya dengan perpindahan jari di antara keypad layar ponsel. Begitu pun dengan belanja. Dengan pembelian sekali klik dan pengiriman dua hari seperti sekarang, pengeluaran berlebihan dapat terjadi begitu saja.
Kemudahan itu lama kelamaan dapat menjadi kebiasaan buruk dalam pengelolaan uang. Kebiasaan buruk ini dapat membuat kamu kesulitan untuk memenuhi pengeluaran dan mempersulit pencapaian tujuan keuanganmu.
Parahnya, kebiasaan keuangan yang buruk dapat membuat kamu rentan terhadap keadaan darurat seperti kehilangan pekerjaan atau biaya pengobatan secara tiba-tiba.
Melansir dari Rocketmoney.com, Senin (12/5), di bawah ini akan kamu temukan kebiasaan keuangan buruk yang paling umum, dan beberapa saran tentang bagaimana kamu dapat menghentikannya dengan perilaku keuangan yang lebih positif.
1. Hindari Pengeluaran Berlebihan
Jika kamu memiliki cukup uang, dan kamu terus-menerus menghabiskan lebih banyak dari yang seharusnya, ini sama dengan kamu tidak dapat mencapai tujuan keuangan lainnya, seperti menabung untuk masa pensiun, pergi haji, dan lain-lain.
Untuk menghindari pengeluaran berlebihan, kamu dapat trik-trik kecil untuk mencapai tujuan keuangan lainnya.
Misalnya, kamu dapat memasang gambar tujuan liburan yang kamu inginkan sebagai gambar latar di ponsel untuk memberimu waktu sejenak sebelum membeli pakaian baru. Kamu juga bisa meminta bantuan seseorang untuk membantu kamu bertanggung jawab, baik itu teman atau penasihat keuangan.
2. Buatlah Anggaran dan Patuhi
Istilah "anggaran" mungkin terasa negatif. Namun, itu hanyalah rencana tentang bagaimana kamu akan membelanjakan dan menyimpan uang.
Setelah itu, patuhi anggaran yang telah kamu buat. Dengan memiliki rencana ini, kamu dapat menghentikan beberapa kebiasaan buruk dalam mengelola uang seperti pengeluaran berlebihan.
2. Mulai Dana Darurat
Kebiasaan penting yang harus dihentikan adalah tidak memiliki dana darurat. Jumlah uang yang ditetapkan ini biasanya disimpan dalam rekening tabungan terpisah yang dapat kamu andalkan saat terjadi kejadian tak terduga atau keadaan darurat.
Menyiapkan dana darurat dimulai dengan mengetahui berapa jumlah yang harus dimasukkan ke dalamnya. Aturan praktis yang baik untuk dipertimbangkan adalah menyisihkan setidaknya tiga hingga enam bulan pengeluaran pokok.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
