Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 19.33 WIB

Orang yang Suka Mengobrol dengan Driver Ojol Biasanya Memiliki 7 Sifat Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang suka mengobrol dengan driver ojol. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang suka mengobrol dengan driver ojol. (Freepik)


JawaPos.com - Tidak semua orang bersikap sama saat naik ojek online (ojol). Ada yang lebih memilih duduk diam di bangku belakang, ada pula yang langsung membuka percakapan ringan dengan sang pengemudi.

Perbedaan ini ternyata berkaitan erat dengan karakter kepribadian seseorang. Sebagian orang memang merasa perlu menjalin koneksi, bahkan hanya dalam perjalanan singkat. Sementara lainnya lebih nyaman dengan kesunyian.

Menurut psikologi, orang-orang yang gemar berbincang ringan dengan driver ojol memiliki sejumlah ciri khas tertentu. Mereka bukan sekadar cerewet, tetapi ada faktor lain yang lebih dalam.

Ada tujuh sifat utama yang biasanya dimiliki orang-orang ini. Menariknya, memahami sifat-sifat ini juga bisa membantu memperkaya pengalaman sosial di berbagai situasi.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (29/4), berikut tujuh sifat yang sering ditemukan pada mereka yang senang berbincang dengan driver ojol:

1. Ekstrovert

Orang yang ekstrovert umumnya dikenal lebih terbuka dan ekspresif dibandingkan yang lain. Ekstroversi sendiri merupakan salah satu dari lima dimensi besar kepribadian yang diidentifikasi oleh para psikolog.

Mereka merasa berenergi melalui interaksi sosial dan tidak ragu memulai percakapan, termasuk dengan pengemudi ojol. Meskipun introvert juga bisa mengobrol, tetapi umumnya mereka lebih jarang memulai pembicaraan terlebih dahulu.

2. Memiliki Kecerdasan Emosional Tinggi

Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) berperan besar dalam membangun percakapan yang nyaman. Orang dengan EQ tinggi mampu memahami perasaannya sendiri dan merespons emosi orang lain dengan baik.

Mereka peka terhadap suasana hati driver dan tahu kapan harus mengangkat suasana lewat obrolan ringan. Bagi mereka, percakapan singkat di mobil bisa menjadi kesempatan untuk meringankan beban orang lain.

3. Memiliki Empati Alami

Empati menjadi modal penting dalam membangun koneksi antarmanusia. Seseorang yang memiliki empati tulus akan dengan mudah merasa peduli terhadap cerita atau pengalaman orang lain.

Saat mengobrol dengan driver ojol, mereka sering menanyakan kabar atau menunjukkan ketulusan saat mendengar curahan hati. Sikap ini membuat percakapan terasa lebih hangat dan bermakna.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore