Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 21.29 WIB

Jika Anak Anda secara Teratur Mengatakan 9 Hal Ini, Anda Membesarkan Anak yang Bijaksana Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang membesarkan anak yang bijak (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Membesarkan anak bukan hanya soal memastikan mereka mendapatkan pendidikan terbaik atau mencapai prestasi akademik tertentu.

Lebih dari itu, tugas orang tua adalah membentuk karakter dan kepribadian anak agar menjadi pribadi yang dewasa, empatik, dan bijaksana. 

Dalam psikologi perkembangan anak, kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba ketika seseorang dewasa, melainkan buah dari pola asuh, pengalaman, dan interaksi sehari-hari sejak dini.

Jika Anda mendengar anak Anda secara teratur mengatakan beberapa hal tertentu, itu bisa menjadi indikator bahwa Anda sedang membesarkan anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan moral. 

Dilansir dari Geediting pada Rabu (23/4), terdapat 9 ungkapan yang sering dikatakan anak yang menunjukkan kebijaksanaan, lengkap dengan penjelasan psikologis di baliknya.

Kalimat ini menunjukkan kemampuan anak untuk berempati—salah satu tanda utama kebijaksanaan. 

Dalam psikologi, empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. 

Anak yang mampu berkata seperti ini menunjukkan bahwa ia belajar mengenali dan menghormati emosi orang lain.

Mengapa ini penting:

Anak yang empatik tumbuh menjadi orang dewasa yang bisa menjalin hubungan yang sehat, penuh kasih, dan suportif. 

Empati juga membantu mereka mengambil keputusan yang lebih etis dan peduli terhadap sekitar.

2. "Aku tidak yakin, tapi aku akan mencoba memahaminya."

Ini adalah indikator bahwa anak Anda memiliki growth mindset dan berpikiran terbuka. 

Dalam psikologi, orang yang bijaksana tidak mengklaim mengetahui segalanya, tapi bersedia belajar dan mencari tahu.

Mengapa ini penting:

Kebijaksanaan lahir dari kerendahan hati intelektual—kemampuan untuk mengakui keterbatasan diri dan tetap terbuka terhadap pengetahuan baru.

3. "Aku salah. Maaf ya."

Anak yang bisa mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan tulus menunjukkan tingkat kedewasaan yang luar biasa. 

Banyak orang dewasa pun kesulitan untuk sampai ke titik ini.

Mengapa ini penting:

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore