Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 04.53 WIB

7 Keyakinan Karier Generasi Baby Boomer yang Tak Lagi Relevan di Era Kerja Modern

Ilustrasi perbandingan gaya kerja tradisional dan modern. (Freepik) - Image

Ilustrasi perbandingan gaya kerja tradisional dan modern. (Freepik)

JawaPos.com - Dunia kerja terus berubah seiring waktu, dan begitu juga cara pandang kita terhadap karier. Generasi yang berbeda memiliki pengalaman dan keyakinan yang dibentuk oleh era mereka. Generasi Baby Boomer, yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964, memiliki pandangan karier yang kuat yang terbentuk di masa mereka.

Namun, banyak dari keyakinan tersebut yang kini tidak lagi sepenuhnya relevan di tempat kerja modern yang dinamis. Melansir dari geediting.com Jumat (18/4), mari kita lihat beberapa di antaranya.

1. Kerja 9-to-5 adalah Keharusan

Bagi Boomer, model kerja ideal sering kali berarti datang ke kantor jam sembilan pagi dan pulang jam lima sore, setiap hari. Mereka percaya jam kerja yang ketat adalah kunci produktivitas. Padahal, tempat kerja modern lebih menghargai fleksibilitas. Pekerjaan bisa dilakukan di luar jam tradisional, fokusnya lebih pada hasil bukan hanya kehadiran fisik dalam waktu tertentu.

2. Kantor Satu-satunya Tempat Kerja

Kepercayaan kuat Boomer adalah bahwa pekerjaan hanya bisa dilakukan di kantor, duduk di belakang meja, dikelilingi rekan kerja. Namun, kini kita tahu pekerjaan bisa diselesaikan di mana saja. Kebebasan memilih tempat kerja ini bahkan bisa meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan karyawan.

3. Sering Pindah Kerja Berarti karier Hancur

Boomer cenderung melihat sering berganti pekerjaan sebagai tanda ketidaksetiaan atau ketidakstabilan. Mereka menghargai loyalitas jangka panjang pada satu perusahaan. Sebaliknya, di era modern, pindah kerja sering dipandang sebagai kesempatan untuk berkembang, belajar keterampilan baru, dan mendapatkan pengalaman yang lebih luas.

4. Rapat Tatap Muka Selalu Lebih Baik

Interaksi langsung dan rapat tatap muka sangat dihargai oleh Boomer untuk kolaborasi. Meski masih penting, teknologi kini memungkinkan rapat virtual yang sama efektifnya, bahkan seringkali lebih efisien karena menghemat waktu dan biaya perjalanan.

5. Berpakaian Formal Sama Dengan Profesional

Bagi Boomer, profesionalisme sering kali identik dengan setelan jas rapi. Penampilan formal dianggap mencerminkan keseriusan. Namun, profesionalisme di masa kini lebih tentang perilaku, etika kerja, dan kualitas hasil kerja. Pakaian formal tidak selalu menjadi patokan utama.

6. Semakin Lama Kerja, Semakin Produktif

Ada keyakinan di kalangan Boomer bahwa semakin banyak jam yang dihabiskan untuk bekerja, semakin produktif hasilnya. Kenyataannya, penelitian menunjukkan bekerja melewati batas jam tertentu justru bisa menyebabkan kelelahan (burnout) dan menurunkan produktivitas. Kualitas lebih penting dari kuantitas jam kerja.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore