Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 23.51 WIB

9 Kalimat Putus yang Lembut dan Sopan Tanpa Menyakiti, Seni Mengakhiri Hubungan dengan Baik

Ilustrasi putus dengan baik-baik. (freepik) - Image

Ilustrasi putus dengan baik-baik. (freepik)

JawaPos.com- Putus cinta sering diidentikkan dengan kesan yang buruk. Banyak orang yang mengakhiri hubungan yang sering diwarnai dengan drama, pertengkaran, adu argumen, dan ledakan emosi. Akibatnya, tidak jarang mantan pasangan bisa berubah menjadi musuh bebuyutan ketika hubungan berakhir atau putus.

Memang benar salah satu alasan untuk mengakhiri hubungan, karena adanya masalah. Namun, memaksakan masalah hanya akan memperburuk keadaan dan membuat proses move on menjadi semakin berat.

Mengakhiri hubungan dengan cara baik-baik dan sopan bisa menjadi solusi terbaik, terutama bagi anda yang lelah dengan drama panjang. Menyelesaikan hubungan dengan menghilang begitu saja (ghosting) juga bukan jalan keluar yang baik. Anda justru terlihat tidak dewasa dan lari dari tanggungjawab.

Setidaknya hubungan anda berakhir dengan netral tanpa ada permusuhan. Oleh karena itu penting untuk memilih kalimat yang tepat, sopan, dan disertai dengan alasan yang jelas.

Saat mengatakan kata putus, suasana bisa terasa sangat menegangkan. Jantung berdebar, tangan panas dingin, semuanya bercampur jadi satu. Namun, ada cara melakukannya dengan lebih tenang.

Sebagai solusinya, kamu sudah merangkum beberapa contoh kalimat perpisahan yang bisa anda gunakan untuk mengakhiri hubungan dengan damai. Mengutip dari laman verywellmind.com kalimat ini bisa anda gunakan untuk mengakhiri hubungan dengan baik, tanpa menyakiti hati pasangan. 

  1. “Ini tidak mudah untuk diucapkan, tapi aku rasa kita nggak cocok untuk jangka panjang. Aku peduli sama kamu dan nggak mau kita sama-sama terluka nantinya”

Kalimat ini menunjukkan jika anda punya perasaan, tetapi realistis soal masa depan. Kata-kata ini cocok bagi anda yang berada di dalam hubungan toksik.

  1. “Aku merasa kita semakin jauh dan jaraknya sudah terlalu besar. Ini bukan salah siapa-siapa, tapi kita nggak bisa terus seperti ini”

Kalimat tersebut bisa dipilih untuk menjelaskan alasan tanpa menyalahkan siapapun. Sangat cocok ketika pasangan ketahuan selingkuh atau anda sudah tidak memiliki kecocokan dengan pasangan.

  1. “Kayaknya kita berkembang ke arah yang berbeda dan menginginkan hal yang berbeda juga. Kita udah nggak satu frekuensi lagi”

Kalimat ini menunjukkan perbedaan yang susah dijembatani. Gunakan kalimat ini ketika anda merasa hubungan LDR sudah tidak berhasil, perbedaan yang terlalu besar seperti restu orang tua atau pasangan yang berbeda agama. 

  1. “Waktu kita bareng itu berarti banget buatku. Tapi sekarang aku butuh fokus ke diri sendiri. Kamu pantas mendapat orang yang sepenuhnya hadir, dan sekarang aku belum bisa menjadi orang itu”

Kalimat ini bisa anda gunakan ketika anda mengalami perubahan prioritas. Anda bisa memakainya dalam situasi ingin mengejar karir, merasa sibuk, atau hubungan sudah terlalu posesif dan toksik.

  1. “Aku sadar sekarang aku butuh sesuatu yang berbeda di dalam hidup. Aku benar-benar pengen ini berhasil karena aku peduli, tapi aku juga harus jujur kalau…”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore