
Ilustrasi pria yang mengalami luka dalam. (Freepik)
JawaPos.com – Prevalensi penyakit mental pada pria sering kali lebih rendah daripada wanita bukan karena mereka tidak memiliki masalah yang sama, tetapi karena mereka cenderung tidak mencari dukungan atau melaporkannya.
Perjuangan dengan kesehatan mental dan norma sosial ini tidak menjadikan pria sebagai sosok sebagai pengaruh buruk, tetapi ada banyak tanda-tanda pria hebat yang terluka dalam hatinya yang dibenci dan disalahpahami.
Mulai dari berjuang dengan kerentanan dalam hubungan hingga mengandalkan gangguan untuk mengatasi kekacauan emosional, ada banyak pria yang tidak memiliki dukungan yang mereka butuhkan untuk mengakui trauma mereka dan melangkah maju dengan sehat.
Dilansir dari laman YourTango, berikut 7 tanda seorang pria yang mengalami luka dalam salah satunya mengalami gangguan.
1. Sensitif dan mudah marah
Banyak pria yang berempati, penuh kasih, dan baik hati mendambakan kasih sayang, kesetiaan, dan perhatian yang diberikan oleh hubungan yang sehat, tetapi tidak memiliki sarana untuk mencarinya dengan cara yang sehat.
Misalnya, mereka mungkin mencoba mendengarkan pasangannya secara aktif atau berdiskusi tentang batasan, tetapi ketika pasangan atau teman mereka mengungkapkan kebutuhan mereka, mereka tidak dapat menahan diri untuk bersikap defensif dan menganggapnya sebagai serangan pribadi.
2. Memiliki banyak gangguan
Para peneliti berpendapat bahwa gangguan sementara dapat sangat membantu orang yang mengatasi trauma, PTSD, dan penyakit mental lainnya, tetapi ketika gangguan tersebut terus-menerus digunakan untuk menghindari kerentanan dan melepaskan diri dari penyembuhan sejati, gangguan tersebut dapat berubah menjadi ritual yang beracun.
Ketidakamanan yang sering dialami pria-pria ini bersamaan dengan trauma emosional mereka tidak menjadikan mereka orang jahat, hal itu hanya berperan dalam menahan mereka dari tujuan, perjalanan penyembuhan, atau cita-cita mereka yang sebenarnya.
3. Mencari bantuan dan nasihat
Salah satu riset menunjukkan banyak pria mengalami ketidakamanan yang sering dialami pria-pria ini bersamaan dengan trauma emosional mereka tidak menjadikan mereka orang jahat, hal itu hanya berperan dalam menahan mereka dari tujuan, perjalanan penyembuhan, atau cita-cita mereka yang sebenarnya.
Pola pikir banyak pria dalam mencari dukungan dan bimbingan bersifat tidak langsung ketakutan mereka akan penghakiman, kerentanan, dan penyangkalan, yang sebagian besar berakar pada patriarki dan norma-norma sosial, di samping gejolak emosi dan trauma, membuat mereka tidak merasa nyaman untuk meminta bantuan saat mereka membutuhkannya.
Mulai dari saat-saat halus saat mereka butuh bimbingan dalam sebuah proyek di tempat kerja, hingga pengakuan besar atas perjuangan mental mereka, ketidakmampuan meminta pertolongan membuat orang-orang hebat terus merenungkan perjuangan mereka, alih-alih mengakuinya dan menyembuhkan diri dari perjuangan tersebut.
4. Secara tidak sadar mudah menyalahkan orang

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
