
Ilustrasi seseorang yang sedang berpikir dan tampak pintar. (Freepik)
JawaPos.com - Mungkin kita sering berpikir bahwa orang yang cerdas dan berpendidikan tidak mungkin tertipu dan bergabung dengan sekte. Namun, seorang psikolog justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Kecerdasan bukanlah jaminan seseorang akan terhindar dari pengaruh kelompok sesat.
Menurut psikolog itu, tidak ada seorang pun yang benar-benar terlalu pintar untuk berakhir dalam sebuah sekte. Hal ini dikarenakan sekte tidak hanya merekrut orang-orang yang lemah atau kurang berpendidikan. Faktanya, banyak anggota sekte yang justru berasal dari kalangan yang terpelajar dan sukses.
Dikutip dari geediting.com pada Rabu (26/3), berikut penjelasan mengapa orang yang cerdas sekalipun bisa bergabung dengan sekte menurut seorang psikolog.
1. Semua Orang Bisa Merasa Rentan
Satu di antara alasan mengapa kecerdasan tidak menjamin kekebalan terhadap sekte adalah karena setiap orang bisa mengalami masa-masa rentan dalam hidupnya. Saat seseorang merasa kehilangan, kesepian, atau sedang mencari jawaban atas pertanyaan besar, mereka bisa menjadi lebih terbuka terhadap pengaruh luar.
Dalam kondisi seperti itu, janji-janji komunitas yang hangat dan penuh penerimaan dari sebuah sekte bisa sangat menarik. Orang yang cerdas sekalipun tidak kebal terhadap perasaan-perasaan ini. Mereka juga bisa mencari tempat di mana mereka merasa diterima dan dipahami.
2. Kebutuhan Akan Rasa Memiliki
Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki kebutuhan mendasar untuk merasa menjadi bagian dari suatu kelompok. Sekte sering kali menawarkan rasa memiliki yang kuat dan intens kepada para anggotanya. Ini bisa sangat menarik bagi orang-orang yang merasa terasing atau tidak memiliki ikatan sosial yang kuat di luar sekte.
Orang yang cerdas mungkin juga merasa kesulitan untuk menemukan orang-orang yang benar-benar memahami mereka. Dalam sekte, mereka mungkin menemukan orang-orang yang memiliki minat dan keyakinan yang sama, sehingga menciptakan rasa persaudaraan yang kuat.
3. Kekuatan Manipulasi Pemimpin Sekte
Pemimpin sekte sering kali adalah individu yang sangat karismatik dan ahli dalam memanipulasi orang lain. Mereka tahu bagaimana cara menarik perhatian orang, membangun kepercayaan, dan secara bertahap menanamkan ideologi mereka. Orang yang cerdas pun bisa menjadi korban dari taktik manipulasi ini.
Pemimpin sekte sering kali menggunakan teknik psikologis yang canggih untuk mengendalikan pikiran dan perilaku para pengikutnya. Mereka mungkin menggunakan pujian, janji-janji palsu, atau bahkan ancaman untuk mempertahankan kekuasaan mereka.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan Zaman, Kenali 6 Perilaku Orang yang Mulai Kurang Terhubung dengan Dunia
4. Indoktrinasi yang Bertahap
Proses perekrutan anggota sekte biasanya dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Mereka tidak langsung mengungkapkan semua keyakinan aneh mereka di awal. Sebaliknya, mereka membangun hubungan dengan calon anggota dan secara perlahan memperkenalkan ideologi mereka.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
