
Ilustrasi seseorang yang meragukan dirinya sendiri. (Freepik)
JawaPos.com - Meragukan diri sendiri adalah perasaan yang dialami banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, keraguan ini menjadi kebiasaan yang mengakar hingga menghambat mereka dalam mengambil keputusan, mengejar impian, atau bahkan merasa cukup dengan diri sendiri.
Dalam psikologi, pola ini sering kali berasal dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang melihat dirinya sendiri dan kemampuannya.
Beberapa orang mungkin mengalami lingkungan yang mendukung dan mendorong kepercayaan diri mereka sejak kecil, sementara yang lain tumbuh dalam situasi yang membuat mereka terus mempertanyakan nilai dan kemampuan diri.
Dilansir dari Small Biz Technology pada Sabtu (22/3), jika seseorang sering merasa tidak percaya diri atau selalu ragu terhadap kemampuannya, kemungkinan besar mereka mengalami salah satu dari tujuh pengalaman masa kecil berikut ini.
1. Sering dikritik secara berlebihan
Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana mereka sering dikritik—baik oleh orang tua, guru, atau figur otoritas lainnya—cenderung mengembangkan pola pikir negatif tentang diri mereka sendiri.
Kritik yang konstruktif memang dibutuhkan untuk perkembangan anak, tetapi jika kritik terlalu sering dan tidak diimbangi dengan pujian atau dorongan positif, anak akan mulai percaya bahwa dirinya tidak cukup baik.
Akibatnya, ketika dewasa, mereka membawa pola pikir ini dalam kehidupan mereka. Setiap kali menghadapi tantangan, mereka cenderung lebih fokus pada kemungkinan gagal daripada pada peluang untuk berhasil.
Mereka meragukan keputusan mereka dan sering kali merasa tidak layak mendapatkan kesuksesan.
2. Kurangnya dukungan emosional dari orang tua
Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup dukungan emosional dari orang tua sering tumbuh dengan perasaan tidak dihargai atau tidak cukup berharga.
Ketika seorang anak menghadapi kesulitan, tetapi orang tua tidak memberikan dukungan, perhatian, atau dorongan moral, anak tersebut mulai meragukan kemampuannya sendiri dalam menghadapi dunia.
Saat dewasa, mereka sering merasa tidak yakin dengan pilihan hidupnya dan mencari validasi dari orang lain untuk setiap keputusan yang mereka buat.
Hal ini menciptakan ketergantungan pada pendapat eksternal, yang semakin memperkuat rasa ragu terhadap diri sendiri.
3. Dibesarkan dalam lingkungan yang sangat kompetitif

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
