← Beranda

Perempuan Bercadar yang Mau Terobos Istana Ternyata Simpatisan HTI

Bintang PradewoRabu, 26 Oktober 2022 | 23.32 WIB
Siti Elina ditangkap saat mencoba menerobos masuk ke Istana Negara
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menduga jika Siti Elina, perempuan bercadar yang mau menerobos masuk ke Istana Negara adalah simpatisan ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia diketahui sering mengunggah propaganda khilafah melalui akun media sosialnya.

“Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain,” Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid kepada wartawan, Rabu (26/10).

Nurwakhid menegaskan, kejadian teror yang melibatkan perempuan di Indonesia bukan hal baru. Pada 2016 silam di Istana Negara juga hendak terjadi bom bunuh diri. Namun, berhasil digagalkan.

“Salah satu calon pengantin yang ingin melakukan aksi di istana terlebih dahulu diamankan oleh Densus 88 yang juga pelakunya adalah perempuan, Dian Yuli Novi dan ada juga Zazkia Aini yang melakukan penyerangan ke Mabes Polri pada tahun 2021” jelasnya.

“Pemanfaatan perempuan dalam aksi terorisme memang trend baru khususnya yang dilakukan ISIS baik dilakukan dengan jaringan atau lone wolf yang tidak terikat komando dan jaringan,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang perempuan bercadar diamankan oleh petugas kepolisian karena diduga hendak menerobos masuk ke area Istana Negara. Perempuan tersebut sempat menodongkan pistol jenis FN kepada Paspampres yang bertugas.

"Betul (ditangkap) tadi di dekat Istana di Merdeka Utara," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman saat dihuhungi, Selasa (25/10).

Belum diketahui identitas dari pelaku. Dari foto yang beredar, pelaku memakai cadar hitam dan baju gamis hitam. Bagian kepalanya ditutup jilbab biru berukuran besar, dan membawa tas hitam.

Awalnya pelaku berjalan mengelilingi Istana. Lalu mendadak menodongkan senjata api jenis FN ke Paspampres. "Tadi kita kan dari anggota bilang dia bawa senjata todongkan anggota ke Paspampres langsung sama anggota (Ditlantas) direbut," jelas Latif.
EDITOR: Bintang Pradewo