← Beranda

Imam Masykur Diduga Menjual Obat-obatan Ilegal, Ketua RT Duga Toko Kosmetik Hanya Kamuflase

Muhammad Faizal ArmandikaSelasa, 29 Agustus 2023 | 15.40 WIB
Momen penyerahan jenazah Imam Masykur kepada keluarga.
 
 
 
JawaPos.com - Peristiwa penculikan dan pembunuhan Imam Masykur ,25, oleh salah satu oknum Paspampres Praka Riswandi Manik di Tangerang Selatan masih menjadi sorotan. Pasalnya, pemuda asal Bireun ini baru mengontrak selama 6 bulan di sebuah kios di Jalan Sandratex, Rempoa, Ciputat Timur, Tangsel.
 
Diketahui, Imam Masykur yang merupakan penjual kosmetik dan obat-obatan ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah.
 
Namun, rumor tentang dirinya menjual obat-obatan ilegal mulai mencuat dibalik kematiannya oleh oknum Paspampres Riswandi Manik itu.
 
Lantas, benarkah Imam Masykur diculik dan diminta tebusan 50 juta lantaran menjual obat-obatan ilegal?
 
Ketua RT setempat Sarip Marjaya, sempat menerima laporan warga tentang aktivitas di kios berukuran 3x5 meter persegi itu.
 
Menurut Sarip, jauh sebelum penculikan Imam Masykur, warga sudah merasa resah dengan aktivitas toko kosmetik berpintu rolling door cokelat tersebut. Bahkan, Sarip mendengar jika toko itu pernah digrebek sebelumnya.
 
"Katanya begitu, sebelum kejadian kemaren. Kebetulan yang punya kontrakan saya panggil, tolong yang ngontrak itu tanya untuk berhubungan dengan tetangga. Aduan dari warga, cuma mau diselidiki dulu," kata Sarip, dikutip dari Pojoksatu (JawaPos Group) Selasa (29/8).
 
Sarip menduga bahwa kios milik Imam Masykur hanyalah kamuflase saja. Hal itu lantaran warganya sempat curiga dengan aktivitas kios yang bersinggungan langsung dengan Jalan Ir H. Juanda yang padat di jam sibuk itu.
 
Baca Juga: Beri Pesan Tentang Kehilangan Seseorang, Unggahan Terakhir TikTok Imam Masykur Banjir Komentar Bela Sungkawa
 
"Memang ini toko obat gitu. Tapi keliatannya kosmetik itu hanya kamuflase, ini mau diselidiki dulu. Beberapa bulan lalu saya dapat aduan soalnya," pungkasnya.
 
Menurut Marjaya, saat izin hendak mengontrak, penjual kosmetik tersebut sempat mengaku akan membuka kios kosmetik dan obat di lokasi tersebut.
 
"Jadikan dia itu mau ngontrak lapor ke mari, bahwa dia mau jualan. Ditanya jualan apa? Kosmetik. Saya juga sempat liat gitu gitu aja. Saya sih ga tau yang sebenarnya dijual itu apa. Karena itu kan tertutup dengan barang barang biasa," katanya.
EDITOR: Kuswandi