Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 12.49 WIB

Grup Facebook Fantasi Sedarah Miliki 30 Ribu Anggota, Pakar Anak: Ini Bukan Candaan, Bukti Anak Makin Rentan di Dunia Digital!

Grup komunitas ‘Fantasi Sedarah’ di Facebook dan unggahan akun Rieke Jr. tentang fantasi tak pantas terhadap anaknya yang berusia dua tahun. (Facebook/Riana Siska Tambunan) - Image

Grup komunitas ‘Fantasi Sedarah’ di Facebook dan unggahan akun Rieke Jr. tentang fantasi tak pantas terhadap anaknya yang berusia dua tahun. (Facebook/Riana Siska Tambunan)

JawaPos.com - Pakar Anak Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Holy Ichda Wahyuni menyoroti group Facebook 'Fantasi Sedarah', yang menggegerkan jagat maya Indonesia.

Anggotanya pun tidak sedikit. Lebih dari 30 ribu pengguna Facebook mengikuti grup tersebut. Di grup Fantasi Sedarah, para anggota blak-blakan membicarakan fantasi terhadap keluarga kandung (inses). 

Menurut Holy, fenomena ini tak hanya melukai nilai kemanusiaan, tetapi juga menunjukkan bahwa anak-anak kini makin rentan terhadap risiko yang tak bisa dicegah lewat nasihat moral semata.

“Orang tua dan pendidik perlu menyadari hal yang teramat krusial bahwa ruang aman anak-anak semakin terkikis. Bahkan dari tempat yang seharusnya menjadi paling suci dan aman, yaitu rumah dan keluarga,” tuturnya, Jumat (16/5).

Dikatakan Holy, manusia tumbuh dalam keyakinan bahwa rumah adalah tempat pertama dan utama untuk perlindungan. Sayangnya, dari kasus-kasus kekerasan seksual anak, pelakunya justru bukan orang asing.

"Orang-orang terdekat, seperti ayah kandung, ayah tiri, paman, sepupu, atau tetangga, sehingga rasa takut, tekanan, dan ancaman membuat anak-anak memilih bungkam pada trauma mereka,” imbuhnya.

Dosen Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut mengingatkan bahwa fenomena ini bukan sebuah candaan. Ini adalah alarm darurat. Sudah saatnya orang tua mulai terbuka tentang edukasi seksual.

"Sudah saatnya seseorang meninggalkan pola pikir lama bahwa isu seksual adalah tabu untuk dibicarakan dalam keluarga. Kita tak bisa lagi menunda edukasi seksual sejak dini," seru Holy.

Anak perlu mengetahui bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, mereka berhak mengatakan tidak, bahkan kepada orang dewasa. Edukasi seksual sejak dini inilah yang belum dilakukan oleh banyak orang tua.

“Banyak orang tua yang masih merasa canggung, takut, atau bahkan menolak berbicara soal ini. Padahal, ketidaktahuan justru membuat anak menjadi rentan. Bungkam hanya akan memperpanjang lingkaran kekerasan," tukasnya.

Sebelumnya, seorang warganet mengunggah sebuah tangkapan layar berisi postingan akun Rieke Jr di dalam grup Facebook 'Fantasi Sedarah' pada Selasa (13/5).

Dalam tangkapan layar tersebut, akun Rieke Jr. terlihat mengunggah sebuah pernyataan bahwa dirinya merupakan seorang ayah dan mengaku memiliki fantasi seksual terhadap putrinya sendiri yang masih berusia dua tahun.

"Pengen rasanya aku main in. Tapi aku harus sabar nunggu 4 atau 5 tahun lagi. Biar bisa aku doktrin suka xx," tulis Rieke Jr dalam unggahan di grup tersebut. Ia juga menyertakan foto anak perempuannya. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore