Sungai Banyak di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, lokasi pasutri terseret arus sungai dan tenggelam, Sabtu (10/2).
JawaPos.com – Masyarakat Kota Mojokerto dibuat heboh oleh kejadian hanyutnya pasangan suami istri (pasutri) di Sungai Banyak, Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, pada Sabtu (10/2) siang.
Dilansir Radar Mojokerto (JawaPos Grup), pasutri itu bernama Ari Budi Yuwono, 53, dan Ririn Martiningsih, 53. Keduanya merupakan warga Jalan Panderman, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam memaparkan detail kronologinya.
Anam menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB pada hari kejadian, pasutri dan empat keluarga lainnya bermain dan mandi di Sungai Banyak untuk menghabiskan waktu libur weekend keluarga.
Empat orang keluarga yang diajak itu seluruhnya adalah anak-anak. Masing-masing Alma, 15, Ibra, 10, Ata, 6 dan Kamsa, 6. Diketahui, keempatnya bersatus sebagai keponakan korban.
”Kebetulan jarak rumah dan sungai memang sangat dekat,” papar Anam. Keenamnya lantas memutuskan nyemplung sungai bersama untuk mandi dan bermain.
”Ketika itu kondisi arus sungai normal-normal saja,” lanjutnya. Namun, tak lama kemudian, debit air sungai meluap beriringan dengan datangnya air bah. Diketahui saat itu juga di kawasan Pacet memang sedang turun hujan deras.
Luapan air bah itu kemudian membuat tubuh Ari Budi dan Ririn terseret. Menyadari hal itu, keduanya sempat berusaha menyelamatkan diri. Ririn memegangi bebatuan, sementara Ari Budi memegangi tubuh Ririn.
Sayangnya, usaha keduanya tidak berhasil. Mereka tak mampu menahan derasnya air bah. Tubuh Ari Budi dan Ririn pun kemudian terbawa arus sungai dan tidak terlihat kembali setelah itu.
”Keempat anak-anak itu berhasil menyelamatkan diri karena sudah naik duluan ke atas tanggul sungai. Tetapi, yang pasutri masih terjebak di sungai,” jelasnya.
”Untuk empat anak-anak yang berhasil menyelamatkan diri, kondisinya sekarang aman, karena sudah berada di rumah korban,” tandas Anam.
Sementara itu, di hari yang sama sekitar pukul 14.30, Ririn Martiningsih ditemukan di Kali Tunggulmoro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Jasadnya terseret arus lebih dari 2 kilometer (km) dari lokasi TKP.
”Betul, sesuai hasil MAMBIS (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System) tim Inafis, korban teridentifikasi atas nama Ririn Martiningsih,” terang Kanit Reskrim Polsek Bangsal Iptu Sugeng Irawadi, terpisah.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
