
Begini tampang pelaku yang menabrakkan mobil taktis Brimob ke pengemudi ojek online (Ojol) Bernama Affan Kurniawan. (Instagram @divisipropampolri)
JawaPos.com - Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KEPP) terkait insiden tragis yang dialami oleh driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan berlanjut hari ini (4/9). Kali ini giliran Bripka Rohmat, sopir kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri, yang menjalani sidang. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ikut memantau sidang etik tersebut.
Anggota Kompolnas Choirul Anam menyampaikan, sidang itu akan mengungkap rangkaian kejadian sebelum rantis Brimob Polri yang dikendarai oleh Rohmat menabrak dan melindas Affan dalam pengamanan aksi demo buruh pada Kamis pekan lalu (28/8). Termasuk penyebab rantis tersebut tertinggal dari rangkaian rantis lainnya.
”Harapan kami memang bisa digelar lagi terkait kenapa itu mobil meninggalkan rombongannya, terus sampai pada titik peristiwanya. Kenapa tetap melaju dan kenapa terus sampai ke markas,” kata dia.
Selain itu, Kompolnas berharap sidang etik hari ini mampu mengungkap detail-detail peristiwa lainnya. Utamanya dari sudut pandang Bripka Rohmat sebagai sopir rantis tersebut. Anam menilai hal itu sangat penting. Apalagi setelah Kompol Cosmas Kaju Gae menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui saat rantis Brimob Polri tersebut melindas Affan.
”Semoga bisa terurai, karena kemarin juga terurai sebenarnya. Tapi, kan komandan sama supir itu gimana. Terkait juga soal komunikasi dan sebagainya. Sehingga ini tidak hanya bisa menghadirkan keadilan bagi keluarga korban, tapi juga bisa menghadirkan informasi seterang-terangnya, peristiwa ini kayak apa,” beber Anam.
Anam menyebut, rekaman video yang banyak beredar di media sosial harus dirangkai sehingga membuat peristiwa tersebut semakin terang-benderang. Termasuk kondisi dan situasi dalam rantis itu. Mengingat pengakuan awal Bripka Rohmat sama sekali tidak mengetahui ada orang yang tertabrak dan terlindas oleh rantis yang dia kendarai.
”Karena penting untuk posisi sopir, apakah dia bisa melihat almarhum atau tidak? Semoga ini nanti akan didalami. Terus bagaimana situasi di dalam, khususnya psikologi dia ketika menghadapi peristiwa tersebut. Keramaian, terus ada almarhum yang ada di depan, dia melihat ataukah tidak. Terus ketika melindas, situasinya kayak apa. Semoga nanti bisa didalami,” terang dia.
Dalam sidang sebelumnya, Kompol Cosmas diputus telah melanggar kode etik berat. Sehingga dia disanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). Dalam insiden tragis yang menimpa Affan, Cosmas dan Rohmat menjadi 2 dari 7 polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik kategori berat. Serupa dengan Cosmas, Rohmat pun terancam hukuman PTDH atau pemecatan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
