
Diary Aulia Risma Lestari (radarmagelang.id)
JawaPos.com - Pengusutan kasus tewasnya dokter Aulia telah ditarik dari Polrestabes Semarang ke Polda Jawa Tengah (Jateng). Kabidhumas Polda Jateng Kombespol Artanto mengatakan, penyidik sedang mendalami tiga dugaan dalam kasus di FK Undip. Yakni, kematian, perundungan, dan pungutan atau pemalakan. "Kita terus selidiki dan dalami informasi sekaligus bukti-bukti," paparnya.
Dia menyebutkan, hingga kemarin belum ada kesimpulan apa pun terkait kemungkinan pidana dalam kejadian tersebut. Tim penyidik telah memeriksa sepuluh saksi. "Barang bukti juga sudah dikantongi," terangnya.
Artanto mengatakan, Kemenkes juga telah memberikan data-data terkait kasus tewasnya dokter Aulia. "Ya, Kementerian Kesehatan berkoordinasi terus dengan kita," jelasnya.
Sementara itu, desakan untuk merevisi Undang-Undang Pendidikan Kedokteran mulai bermunculan imbas kasus dugaan bullying berujung kematian di Undip tersebut. Merespons hal itu, anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menilai, tidak perlu mengubah undang-undang tersebut.
Pasalnya, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sudah mengatur banyak norma terkait pendidikan kedokteran. ”Cukup jalankan UU Kesehatan yang baru dan susun aturan turunannya,” ujarnya.
Dia mencontohkan profesi kedokteran dan tenaga kesehatan yang diatur dalam pasal 209. Standar kompetensi pendidikan dokter juga sudah tertuang dalam pasal 220. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera menerbitkan aturan turunan dari UU Kesehatan.
Sebelumnya, dalam rapat kerja komisi IX dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada pekan lalu, pemerintah berjanji segera menyelesaikan aturan turunan itu. ”Kami menunggu realisasinya. Termasuk, aturan turunan soal konsil dan kolegium,” tegasnya.
Kolegium itu, kata dia, sangat diperlukan karena berkaitan erat dengan lembaga penyusun standar kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga medis. Termasuk, standar pendidikan di dalamnya.
Selain itu, kolegium bertugas dalam penilaian atau uji kompetensi nasional pendidikan profesi dan spesialis. Kolegium juga yang mengeluarkan sertifikat untuk calon pendidik klinis. ”Kolegium ini bersifat independen dan terdiri atas guru besar dan para spesialis atau subspesialis,” paparnya. (idr/lyn/mia/c7/oni)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
