Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2024 | 02.37 WIB

Korban-Korban Kekerasan Seksual di Sumbar, Mulai dari Anak-anak, Mahasiswi, Nenek, hingga ODGJ

Ilustrasi: korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/Dok. Jawa Pos) - Image

Ilustrasi: korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Kasus kekerasan seksual mulai mengkhawatirkan di Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa waktu terakhir. Banyak kalangan yang menjadi korban. Mulai mulai dari anak-anak, mahasiswi, orang tua, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), salah satu kasus yang paling menghebohkan adalah rudapaksa terhadap seorang remaja berusia 14 tahun di Kabupaten Agam. Pelaku berinisial AS, 38 tahun, yang merupakan kakak ipar korban. Pelaku memang sudah ditangkap oleh jajaran Polres Agam pada Snein (15/7) lalu.

Lebih miris lagi, perbuatan asusila dilakukan oleh seorang ayah kepada anak kandungnya hingga sang buah hati hamil dan melahirkan. Pelak berinisial AA, 50 tahun. Kini, AS telah mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap polisi pada Selasa (16/7).

Selain itu, seorang mahasiswi menjadi korban rudapaksa oleh seorang sopir bus angkutan kota dalam provinsin (AKDP) di Kota Payakumbuh. Terduga pelaku berhasil ditangkap polisi di Padang, Selasa (16/7).

Data lain yang dihimpun Padang Ekspres, seorang nenek-nenek di Kabupaten Padangpariaman juga mengalami nasib serupa. Pelaku berinsial A, 53, ditangkap Satreskrim Polres Padangpariaman pada Selasa (16/7). Dia berbuat asusila terhadap korban yang sudah tua alias nenek-nenek.

Paling miris lagi yaitu, kasus rudapaksa yang dialami satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Pariaman. Pelaku berjumlah lima orang. Para pelaku pun sudah diringkus oleh aparat Polres Pariaman.

Kelima lelaki itu berinisial Z, 30, berprofesi sebagai buruh harian lepas; S, 17, sehari-hari sopir; A, 48, petani; BE, 30, pedagang; dan JM, 38, buruh harian lepas. Kelimanya diamankan di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman.

”Penangkapan kelima pelaku berawal dari laporan dari salah satu warga yang melihat. Warga melaporkan bahwa salah satu warga mereka yang menderita ODGJ sering menjadi pelampiasan nafsu bejat dari sejumlah pria. Kami melakukan penyelidikan kemudian kelimanya kami amankan. Saat ini mereka tengah menjalani penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pariaman Iptu Rinto Alwi kepada Padang Ekspres.

Krisis Nilai dan Kontrol Sosial Yang Lemah

Sosiolog Erianjoni sangat sedih dengan kasus-kasus rudapaksa itu. Dia menilai hal itu terjadi karena krisis nilai dan lemahnya kontrol sosial di tengah masyarakat. Menurut dia, hilangnya nilai-nilai agama, sosial, dan budaya membuat pelaku tidak lagi mampu membedakan mana yang benar dan salah. Selain itu, menguatnya sikap individualisme dalam keluarga juga membuat kontrol sosial masyarakat menjadi lemah.

Erianjoni mendesak aparat hukum bertindak tegas dan menegakkan hukum seadil-adil atas perbuatan para pelaku asusila itu.

Selain itu, agar kasus serupa tidak berulang, dia menyarankan para pendidik dan pemerintah meningkatkan pendidikan hukum bagi masyarakat, agar memahami dampak hukum dari tindakan kejahatan tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore