Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Maret 2022 | 03.33 WIB

Ibu Tega Gorok Anak Masuk Gangguan Kejiwaan Berat, Ini Kata Psikolog

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kasus ibu menggorok leher anaknya di Brebes, Jawa Tengah, memicu rasa pilu di hati masyarakat. Satu dari 3 anaknya, meninggal setelah digorok sang ibunda. Kejadian itu sempat menghebohkan warga.

Dari sisi kacamata psikologi, tentu ada masalah dalam perilaku dan kejiwaan si ibu, sampai tega menggorok leher anaknya. Alasan pelaku agar anaknya tak merasakan sakit atau susah lagi selama di dunia, sementara suaminya menganggur. Apa sebetulnya yang terjadi pada pelaku?

Polisi menduga pelaku mengalami depresi dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Apa yang dimaksud dengan depresi?

Psikolog Anak dan Remaja dari Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan depresi yang jelas ditandai dengan keinginan untuk mengakhiri hidup sendiri. Untuk kasus ini, belum dipastikan ini depresi atau bentuk gangguan lainnya karena masih dalam penyelidikan. “Yang jelas ini termasuk gangguan kejiwaan yang berat,” tegas Vera kepada JawaPos.com, Rabu (23/3).

“Yang jelas akal sehat sudah terganggu sehingga sulit untuk memutuskan solusi mana yang tepat untuk keluar dari masalahnya,” tambahnya.

Apa saja gejala depresi?

Depresi selain ada keinginan bunuh diri juga disertai antara lain dengan perilaku menarik diri dari lingkungan. Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulu disukai. Sulit mengurus diri sendiri termasuk masalah makan, mandi.

“Kalau mendengar bisikan dan semacamnya bisa dikaitkan dengan bentuk gangguan jiwa lainnya yang ada ciri halusinasi atau delusi,” kata Vera.

Bagaimana menolong seseorang yang depresi?

Dalam menghadapi masalah rumah tangga, kekompakan dengan pasangan juga menentukan karena tantangan kadang tidak bisa diperkirakan apa bentuknya. Jadi persiapkan kebiasaan komunikasi yang baik, pembagian peran, saling support.

Jika seseorang menunjukkan gejala depresi, Vera menyarankan agar segera membawa ke ahlinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika memang sudah ada tanda-tanda, bisa langsung ke psikiater atau psikolog.

Seseorang yang depresi juga memerlukan support system. Salah satunya dari tetangga, suami, hingga keluarga besar. “Memberi pendampingan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan sang ibu atau (sosok ibu yang mengalami depresi). Misalnya membantu bergantian menjaga anak agar ibu bisa beristirahat,” katanya.

“Peduli adalah langkah terpenting terutama dr tetangga yg seringkali menjadi orang terdekat yang bisa lebih cepat memberikan bantuan. Tidak menghakimi atau menyalahkan atau memojokkan ibu juga adalah bentuk support,” tutup Vera.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore