Suasana Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/6/2023). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
JawaPos.com – Oknum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan pemerasan untuk mengamankan penanganan korupsi di Kementan. Ihwal adanya kabar ini, terungkap dalam surat panggilan pemeriksaan terkait penyelidikan perkara yang dilakukan Subdit V Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dalam surat yang beredar di kalangan wartawan, pihak Polda Metro Jaya memanggil Heri, sopir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo diminta untuk hadir pada Senin (28/8) pukul 09.30 WIB, di ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
“Bersama ini diberitahukan kepada saudara bahwa Subdit V Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan perkara di Kementan Tahun 2021, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf e UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi,” demikian bunyi surat yang salinannya didapat JawaPos.com, Kamis (5/10).
Dikonfirmasi terkait adanya surat ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mempersilakan awak media bertanya ke Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
“Silakan tanya ke Dir (Direskrimsus-Red),” ucap Tunoyudo.
Sementara itu, Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak enggan menanggapi pertanyaan wartawan ketika ditanya perihal penyelidikan dugaan pemerasan pimpinan KPK.
“Ada giat, ada giat, ada kegiatan,” elaknya.
Sejumlah pimpinan KPK seperti Firli Bahuri, Alexander Marwata, Johanes Tanak, Nawawi Pomolango tak merespons pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Sementara salah satu pimpinan KPK Nurul Ghufron mengaku tak tahu adanya kabar dugaan pemerasan pengusutan kasus Kementan.
“Saya tidak tahu,” katanya singkat ketika dikonfimasi awak media.
Hal senada juga diucapkan pengacara Mentan Syahrul Yasin Limpo di tingkat penyelidikan, Febri Diansyah.
“Saya baru tahu tadi malam,” Kata Febri dikonfimasi JawaPos.com.
Selebihnya, mantan Juru Bicara KPK ini enggan memberikan pernyataan lebih lanjut, karena dia mengaku hanya menjadi pengacara Mentan Syahrul Yasin Limpo di tingkat penyelidikan.
“Saya tidak mendampingi lagi sekarang,” tutupnya.
Untuk diketahui, dalam proses penyidikan dugaan korupsi di Kementan, KPK telah menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, pada Kamis (28/9) sampai dengan Jumat (29/9). Tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa berbagai dokumen, alat elektronik hingga uang puluhan miliar pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
