Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Agustus 2023 | 15.07 WIB

Polisi Sebut Korban Mutilasi Jombang Kekurangan Oksigen Sebelum Meninggal

Masa penahanan pertama atas dua orang terduga pelaku mutilasi yang berakhir 14 Februari 2019, rencananya akan diperpanjang hingga tanggal 24 Februari - Image

Masa penahanan pertama atas dua orang terduga pelaku mutilasi yang berakhir 14 Februari 2019, rencananya akan diperpanjang hingga tanggal 24 Februari

JawaPos.com – Polres Jombang mengungkapkan, penyebab kematian korban mutilasi yang ditemukan di saluran air Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, terjadi karena korban mengalami asfiksia atau kekuragan oksigen. Ihwal adanya hal ini dikatakan Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto.

"Hasil otopsi menyatakan korban meninggal karena asfiksia, atau kekurangan oksigen," ungkap Aldo Febrianto, dikutip dari Radar Jombang (Jawa Pos Group), Senin (7/8).

Selain itu kata Aldo, pihaknya juga menemukan adanya luka bacok pada korban tersebut.

"Ada dua jenis luka bacok di tubuh korban ini. Luka bacok pertama adalah luka sebelum meninggal.” terang Aldo.

Sedangkan luka kedua didapat setelah korban meninggal dunia. 

"Luka kedua ini kemungkinan adalah bentuk pelaku melakukan mutilasi pada tubuh korban hingga menjadi beberapa bagian,” lanjutnya.

Walaupun ditemukan luka bacok pada tubuh korban mutilasi itu, Aldo memastikan sebelum meninggal, korban kehabisan oksigen terlebih dahulu.

"Tapi kami belum bisa memastikan kehabisan oksigen itu akibat apa (dicekik atau dibekap), karena bagian kepala korban belum ditemukan," ujar Aldo.

Polisi masih terus mencari bagian tubuh korban yang masih belum ditemukan. Selain itu, tiga orang saksi juga telah diperiksa, masing-masing saksi penemu, yaitu warga yang rumahnya dekat dengan TKP, serta kepala desa.

Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa mengidentifikasi identitas korban. Namun, polisi telah menyampaikan ciri-ciri korban, yaitu seorang wanita berusia 25-50 tahun dengan tinggi badan sekitar 145-148 cm. Korban juga diperkirakan memiliki kulit sawo matang dengan rambut hitam halus sepanjang 33 cm.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, dikejutkan dengan penemuan jasad dalam dua karung yang ternyata korban mutilasi, Jumat (4/8) malam.

Penemuan jasad itu, pertama kali diketahui pencari ikan di saluran air pinggir jalan setempat. 

Ketika ditemukan, kondisi tubuh korban sudah terpotong dalam tiga bagian, yaitu bagian leher sampai kaki di karung pertama, dan dua potongan tangan di karung kedua. Sedangkan bagian kepala belum ditemukan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore