JawaPos.com - Syarah dan suaminya, Sunyoto Indra Prayitno, pelapor Mario Teguh di Polda Metro Jay, awalnya agak berat untuk bekerja sama dengan sang motivator. Itu karena adanya permintaan uang dalam jumlah fantastis mencapai belasan miliar rupiah.
Namun meski angkanya sudah dikurangi sampai beberapa kali, tetap saja berat bagi pihak Syarah dan suami. Mereka jadi berpikir ulang untuk bekerja sama dengan Mario Teguh.
Namun ada momen pada tanggal 26 Agustus 2022 yang akhirnya membuat Syarah dan suami memutuskan mau bekerja sama. Momen itu berisi pernyataan manis yang berhasil membuat Syarah terbuai.
"26 Agustus dia (Linna) chat. Dia (Mario Teguh) diundang tim manga Jepang untuk menghadiri acara yang akan diputar di 11 negara. Dan bayangin kalau kita lanching Kanemochi di sana. Ngebayangin 11 negara nggak main-main lho," kata Syarah dalam podcast Deddy Corbuzier.
Syarah dan suami akhirnya mau bekerja sama dengan pihak Mario Teguh dengan membayangkan pihak Mario Teguh memang merupakan partner yang tepat untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan logika berpikir, jika di luar negeri saja Mario Teguh berpengaruh, di dalam negeri tentu sudah tak diragukan lagi.
Mereka jadi semakin yakin bekerja sama karena angka Rp 5 miliar untuk jasanya dalam rentang waktu 5 tahun bisa dicicil setiap bulannya, meski di awal harus membayar DP Rp 1 miliar.
Hal itu menambah keyakinan Syarah dan suami kalau pihak Mario Teguh memang akan bekerja secara serius untuk meningkatkan branding dan pemasaran di bawah jaringannya dalam Mario Teguh Super Club (MTSC). Keyakinan mereka bertambah setelah pihak Mario Teguh meminta prosentase 15 persen dari penjualan.
"Tanggal 30, mungkin takut aku nggak jadi, dia (Linna) bilang sudah banyak yang mau nih reseller," cerita Syarah.
Pada saat melakukan penandatanganan kontrak, Syarah dan suami cukup terkejut mengingat yang bekerja sama dengan mereka bukan lah Mario Teguh. Dalam kontrak tertera atas nama Linna.
"Yang tanda tangan kok bukan Mario Teguh? Kok Linna Teguh. Kita sempat tanyakan. Tapi dijawab, 'iya saya di sini sebagai manajer sekaligus Co-founder MTSC.' Dalam hati kemauan kita kontrak sama Mario Teguh donk," kata Sunyoto.
Dalam perjalanannya, kerja sama antara pihak Syarah dan suami bersama pihak Mario Teguh menemui masalah. Kedua belah pihak punya alasannya masing-masing dan bersitegang hingga mereka pun sama-sama menempuh langkah hukum.
Syarah dan suami membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Sedangkan Linna dan Mario Teguh melakukan gugatan perdata terkait perbuatan melawan hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Baik gugatan perdata dari Mario Teguh dan istri ataupun laporan pidana dari pihak Syarah dan suami proses hukumnya sama-sama bergulir sampai sekarang.