alexametrics
Kaleidoskop 2018

Redupnya Program Kampanye Anies, Usai Ditinggal Sandi Jadi Cawapres

31 Desember 2018, 10:45:00 WIB

JawaPos.com – Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sah terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017. Walau Anies menjadi pemimpin, namun program-program yang berbau ekonomi biasanya diserahkan kepada Sandi.

Adapun beberapa program andalan yang dikenal diantaranya program One Kecamatan, One Center for Enterprenuership (OK OCE). Program ini dilakukan untuk meningkatkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di ibu kota.

Program itu dilakukan serentak di 44 kecamatan di Jakarta untuk membantu pengembangan dunia usaha. Dalam mensukseskan program ini, Sandi melihat tantangannya adalah soal pendamping, permodalan dan kemampuan warga.

Bendahara gerakan OK OCE Anggawira mengatakan, gerakan ini berasal dari swadaya masyarakat. Bahkan tidak dibiayai oleh APBD DKI Jakarta. 

“Gerakan OK OCE ini merupakan gerakan yang bersifat swadaya masyarakat, gerakan ini bukan berbasis dana APBD,” ujarnya yang juga Co Founder OK OCE, melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.

OK OCE Mart di Kalibata tutup

Redupnya Program Kampanye Anies, Usai Ditinggal Sandi Jadi Cawapres
Issak Ramdhani/JawaPos.com

OK OCE Mart Bangkrut

Namun, sayang perkembangan program ini tidak dapat melaju kencang, usai Sandi mengundurkan diri dari jabatannya pada 10 Agustus yang lalu. Sandi diketahui mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Seiring berjalan waktu, OK OCE mulai bangkrut contohnya ada di salah satu toko OK OCE Mart di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan yang gulung tikar. Padahal program ini digadang-gadang akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat tutupnya OK OCE Mart tersebut menjadi hal yang wajar. Terutama untuk dunia bisnis yang mengenal istilah untung dan rugi. “Usaha online juga banyak yang tutup, banyak yang buka, ya usaha-usaha itu pasti mengikuti maunya bisnis,” kata Anies di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat, 4 September.

Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya membantah tutupnya salah satu OK OCE Mart tidak ada hubungannya dengan mundurnya Sandi sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

“Bukan karena itu (ditinggal Sandiaga), ini kan namanya usaha mungkin lokasinya yang tidak menguntungkan jadi dia bisa pindah lokasi,” kata Faran, kepada JawaPos.com Selasa (4/9).

Alasan utama OK OCE Mart di Kalibata bangkrut karena pengelola tidak sanggup membayar sewa toko yang cukup tinggi. Dari lima OK OCE Mart hanya satu yang kiosnya menyewa. Sementara empat lainnya merupakan milik pribadi.

Anies ganti nama OK Otrip jadi Jak Lingko

Redupnya Program Kampanye Anies, Usai Ditinggal Sandi Jadi Cawapres
Salman Toyibi/JawaPos.com

Anies Ganti Nama OK Otrip Jadi Jak Lingko

Program lainnya adalah layanan transportasi one karcis one trip (OK OTrip), PT Transjakarta mengeluarkan kartu khusus yang bertajuk One Man One Ticket. Kartu sakti itu memang digadang-gadang Anies dan Sandi melakukan kampanye dalam Pilkada DKI kemarin.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta secara resmi memberlakukan uji coba OK Otrip pada Januari 2018. Uji coba yang dilakukan selama berbulan-bulan diakhiri dengan penandatanganan kerjasama antara PT Transjakarta dengan 11 operator angkutan kota.

Namun selepas ditinggal Sandi, Anies secara tiba-tiba menyatakan akan mengganti nama program andalan di bidang transportasi itu dengan Jak Lingko. Anies menyampaikan akan mencari nama baru yang lebih baik.

“Kemarin kami gunakan (OK Otrip) itu sebagai eksperimen, saat uji coba saja,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 1 Oktober.

Padahal penggagas program OK OTrip Sandiaga Uno masih berharap program tersebut dilanjutkan. Namun seakan ingin menghapus jejak Sandi di Pemprov DKI Jakarta, Anies resmi menganti nama tersebut dengan Jak Lingko pada 8 Oktober yang lalu.

Rusunami Sawama masih dalam tahap pembangunan

Redupnya Program Kampanye Anies, Usai Ditinggal Sandi Jadi Cawapres
Reyn Gloria/JawaPos.com

Samawa Nama Lain Program DP 0 Rupiah

Selain OK Otrip, Anies juga memberi nama baru pada program DP 0 Rupiah, yakni Solusi Rumah Warga (Samawa). Program ini juga tak kalah kontroversial. Jika sebelumnya pasangan Anies-Sandi menjanjikan rumah tapak, namun kali ini yang dibangun yakni rumah susun milik (rusunami).

Groundbreaking pembangunan Samawa Klapa Villag di Pondok Kelapa, Jakarta Timur telah dilakukan  pada Januari 2018 lalu. Rusunami dibangun dengan 780 unit dalam dua tipe rumah, yaitu tipe 21 dan tipe 36. Harga jual tiap unit tipe 21 sebesar Rp 184,8 juta sampai Rp 213,4 juta, sebanyak 420 unit. Sedangkan, tipe 36 berkisar Rp 304,9 juta-Rp 310 juta sebanyak 360 unit.

Ditargetkan pada pertengahan 2019, warga sudah bisa menempati rusunami Samawa. Pendaftaan sendiri telah dibuka sejak 1 November lalu. Ribuan warga juga telah mendaftar, dan saat ini dalam proses verifikasi.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (rgm/JPC)

Redupnya Program Kampanye Anies, Usai Ditinggal Sandi Jadi Cawapres