alexametrics

Proses Hukum Jalan Terus, Korban Pelecehan di UGM Enggan Melapor

31 Desember 2018, 17:03:45 WIB

JawaPos.com – Proses hukum kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada mahasiswi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) terus bergulir di kepolisian. Dalam perkembangan penyidikan yang dilakukan Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) diketahui korban tak mau melaporkan kasus itu ke kepolisian.

“Kami sudah menghubungi korban, bahwa Anda itu korban bisa membuat laporan. Tapi korban tidak mau membuat laporan polisi,” kata Direktur Ditreskrimum Polda DIJ, Kombes Pol Hadi Utomo saat menggelar konferensi pers di Mapolda DIJ, Senin (31/12).

Namun hal itu tak menjadi soal. Melalui surat aduan dari pihak UGM ke Kapolda dan Ditreskrimum Polda DIJ yang meminta supaya dilakukan penyelidikan, pihaknya tetap memproses kasus tersebut.
“Surat yang ditandatangani Rektor UGM sudah kami terima. Isinya melaporkan ada dugaan tindak pidana. UGM pernah membuat surat ke kami ke Kapolda dan Direskrimum untuk meminta melakukan penyelidikan,” katanya.

Karena tempat kejadian perkara ada di wilayah Polda Maluku, pihaknya pun mengundang agar penyidik di sana juga ikut melakukan penyelidikan. Usai proses penyelidikan, data yang didapat cukup untuk menaikkan kasusnya dari proses penyelidikan menjadi penyidikan.

Agar bisa memenuhi prosedur, akhirnya Arif Nurcahyo yang merupakan Kepala Pusat Keamanan dan Keselamatan UGM mewakili menjadi pihak pelapor. Sejak dimulai penyidikan, yakni 10 Desember lalu sudah 19 saksi yang dimintai keterangan.

Baik itu teman dekat dan teman kuliah dari korban. Pegawai serta dosen di UGM, termasuk korban itu sendiri. “Korban bukan atas nama Agni. Tapi korban itu inisial AL. Ada semacam penggiringan (publik) yang menyesatkan,” ucap Hadi.

Sebelumnya, kuasa hukum dari terlapor Hardika Saputra alias HS atau Dika terkait kasus dugaan pelecehan seksual itu mempertanyakan kapasitas dari pelapor. Atas nama Arif Nurcahyo dari UGM dengan Laporan Polisi nomor LP/764/XII/2018/SPKT tertanggal 9 Desember 2018, bukan dilakukan korban sendiri.

“Kalau ini delik aduan, pertanyaannya Arif Nurcahyo saat kejadian itu di mana? Ada di situ (tempat kejadian) apa tidak. Tapi kami tidak melihat itu, yang kami lihat Dika saat ini masih warga biasa dan belum ditetapkan tersangka,” kata kuasa hukum Dika, Tommy Susanto.

Ia juga menegaskan, akan melawan pihak-pihak manapun yang dianggap merugikan Dika atas opini-opini yang belum tentu kebenarannya. Termasuk UGM yang melakukan vonis terlebih dahulu karena menunda wisuda.

“Silakan diberikan (wisuda) tidak perlu ditunda-tunda lagi. Kalaupun nanti terbukti, jadi tersangka dan dipenjara. 2 hal berbeda antara akademik dengan perbuatan pidana,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Proses Hukum Jalan Terus, Korban Pelecehan di UGM Enggan Melapor