alexametrics
Kaleidoskop 2018

Pembunuhan Sadis, Satu Keluarga Dihabisi Hingga Mayat Tanpa Busana

31 Desember 2018, 11:20:14 WIB

JawaPos.com – Kerasnya hidup di ibu kota menuntut orang melakukan apa saja. Tuntutan hidup yang tak berkesudahan, tak sedikit membuat orang berbuat nekat. Bahkan, tak segan nyawa menjadi taruhannya.

Sebagai kota metropolitan, Jakarta tidak terlepas dari tindak kejahatan pembunuhan. Selama tahun 2018, Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 50 kejadian pembunuhan terjadi di Jakarta. Latar belakang motif pembunuhan pun beragam.

Dari kasus asmara hingga latar belakang ekonomi melengkapi daftar tindak kriminalitas menghilangkan nyawa manusia. Dari 50 kasus pembunuhan yang terjadi di Jakarta, JawaPos.com merangkum lima peristiwa pembunuhan sadis selama setahun. Kelima peristiwa pembunuhan sadis itu di antaranya;

Pembunuhan Sadis, Satu Keluarga Dihabisi Hingga Mayat Tanpa Busana
Tersangka pembunuhan sadis satu keluarga di Bekasi (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

1. Perempuan WNA Thailand Dibunuh di Kamar Hotel

Pembunuhan sadis terjadi di kamar Big Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada 25 Mei 2018 lalu. Entah apa yang ada di pikiran Ali. Pria berkewarganegaraan Mali itu tega membunuh istrinya sendiri.

Pelaku sempat melarikan diri, hingga mayat perempuan asal Thailand itu membusuk di kamar mandi hotel di Big Hotel, Sawah Besar.

Ali tega menghabisi istrinya sendiri dengan cara menjerat leher hingga tewas. Kepada polisi, tersangka mengaku terbakar api cemburu. Mayat korban berinisial JP itu diketahui membusuk di kamar mandi.

“Pada tanggal 30, pelaku ini berhasil kami tangkap di sebuah hotel di Cipanas,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Adrian pada Kamis 31 Mei 2018 lalu.

2. Penembakan Seorang Pengusaha di Penjaringan

Seorang pria bernama Herdi, 48, tewas ditembak dua orang tak dikenal di daerah Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 20 Juli 2018 lalu.

Peristiwa pembunuhan kepada Herdi itu menyedot perhatian masyarakat. Pasalnya, korban ditembak dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor.

Polisi memastikan bahwa tidak ada barang milik korban yang hilang saat dan sesudah kejadian. Korban pun tewas di lokasi yang tak jauh dari tempat tinggalnya, tepatnya di Gang Code.

Dari hasil pengungkapan kasus, otak pelaku pembunuhan tak lain adalah seorang saingan bisnis korban. Dia bernama Hendoko alias Alex, 45. Alex berhasil ditangkap setelah 25 hari menjadi buron oleh Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Metro Jaya. Dia ditemukan tim di Pulau Tepa, Maluku Barat Daya.

Sebelum otak pelaku pembunuh Herdi itu ditangkap, polisi pun terlebih dahulu menangkap empat tersangka yang berperan sebagai pembunuh bayaran. Mereka adalah AS, 41; JS, 36; PWT, 32; SM; 41.

“Tersangka janjikan Rp 400 juta kepada eksekutor dan tim. Tapi baru dibayar tiga puluh juta. Kemudian empat tersangka tertangkap dan yang nyuruh kabur hingga ke Ambon,” tukas Ade.

3. Pembantaian Satu Keluarga di Bekasi

Masih hangat dalam ingatan atas kasus pembunuhan terhadap keluarga Diperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka II Kelurahan Pondok Melati, Kecamatan Jatirahayu, Kota Bekasi, 13 November 2018 lalu.

Empat nyawa melayang sekaligus malam kejadian. Diperum Nainggolan bersama istri dan kedua anaknya menjadi korban pembunuhan sadis oleh Haris Simamora.

Tersangka merupakan kerabat dari Maya Ambarita, 37. Bukan hanya Maya, dirinya juga tega menghabisi nyawa korban lain yaitu Diperum Nainggolan, 38; bersama anak korban, Sarah Nainggolan, 9; dan Arya Nainggolan, 7.

Haris menghabisi nyawa keluarga kakak kandungnya itu lantaran masalah ekonomi. Di sisi lain, tersangka pun merasa sakit hati lantaran pekerjaannya sebagai penjaga kos-kosan milik Maya ternyata diambil alih oleh kakak iparnya yang tak lain suami dari Maya.

“Saat ini berkas perkara tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi sudah dikirim ke Kejaksaan tahap pertama. Artinya proses hukum berlanjut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, 29 Desember.

4. Mayat Pemandu Lagu Disimpan di Lemari

Mayat perempuan bernama Iin Ciktuti Puspita, 20, ditemukan tewas membusuk di dalam lemari di kamar kosnya pada Selasa, 20 November 2018 lalu. Dari hasil penyelidikan kepolisian, korban setiap harinya bekerja di sebuah tempat karaoke sebagai pemandu lagu.

Dari pengungkapan kasus, ternyata korban dihabisi oleh dua temannya sendiri yang sama-sama tinggal di kos-kosan di Jalan Senang nomor 1, Mampang Prapatan 8, Jakarta Selatan.

Kedua tersangka merupakan sepasang kekasih yaitu Yustian, 24, dan Nissa Regina, 17. Dari hasil pemeriksaan kepada kedua tersangka, polisi mengungkap fakta penyelidikan yang didasari karena perselisihan uang pemberian dari pelanggan karaoke. Di samping itu, kedua tersangka dan korban sering terlibat cekcok.

Kedua tersangka sengaja menyimpan jasad Intan di dalam lemari kamar kos untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi nyawa korban. Bahkan, kedua pelaku sempat membersihkan kamar Iin agar kejahatannya tidak terbongkar.

Kepada polisi mereka mengaku bahwa mereka tega menghabisi Iin bermula dari uang pelanggan yang dititipkan kepada korban. Uang yang dititipkan kepada Iin itu berjumlah Rp 1,8 juta. Akan tetapi, saat ditagih, uang tip dari hasil kerja memandu lagu pelanggan tinggal Rp 500 ribu.

“Antara korban dan tersangka NR ini sebelumnya pergi bersama ke sebuah hotel atas orderan dari seseorang. Setelah dari tempat itu, mereka berselisih atas uang yang diberikan dari pelanggan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar.

5. Mayat Tanpa Busana di Kamar Apartemen.

Di penghujung akhir 2018, perempuan tanpa busana ditemukan tewas penuh bercak darah di apartemen unit 19A18 Tower A Kebagusan City, Jalan Baung Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa 18 Desember 2018 lalu.

Mayat perempuan itu bernama Sisca Icun Sulastri, 34. Warga asal Sukabumi, Jawa Barat. Tersangka pelaku pembunuh Sisca ditangkap di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.10 WIB. Dia bernama Hidayat, seorang pekerja cleaning service.

Dari hasil otopsi di RS Fatmawati, ditemukan tiga luka tusukan di bagian ulu hati, lengan dan pinggul korban. Hasil tersebut memastikan bahwa korban dibunuh secara secara membabi buta oleh pelaku.

“Ada tiga luka tusuk. Satu tusuk di ulu hati, lengan, dan satu lagi di pinggul,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di Mako Polres Jakarta Selatan, 29 Desember.

Dari hasil olah TKP, latar belakang motif pembunuhan terhadap Sisca karena tak mau membayar uang kencan sebesar Rp 2 juta.

Sisca yang berstatus janda itu berkencan dengan tersangka di kamar Apartemen Kebagusan City pada 16 Desember setelah berkenalan melalui aplikasi pesan elektronik, MeChat.

“Mereka cekcok hingga saling jambak rambut. Sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak enak. Hingga pelaku tersinggung membunuh korban dengan pisau di bagian ulu hati, urat nadi, dan punggung,” imbuh Indra.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/wiw/JPC)

Pembunuhan Sadis, Satu Keluarga Dihabisi Hingga Mayat Tanpa Busana