alexametrics
Kaleidoskop 2018

Menanti Realisasi Janji Kampanye Anies

31 Desember 2018, 11:55:42 WIB

JawaPos.com – Program kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai terlihat kejelasannya setelah satu tahun menjabat. Namun, apakah sudah seluruh janji yang terucap telah terealisasi?

Program yang paling jelas diumbar oleh Anies saat masih berkampanye dengan Sandiaga Uno adalah hunian DP 0 Rupiah. Awalnya ada yang menimbulkan isu bahwa rumah tapak di Rorotan termasuk dalam program tersebut, namun hal ini dibantah Anies.

Akhirnya pada 12 Oktober 2018, Anies pun meluncurkan hunian DP 0 Rupiah dengan nama Samawa di Klapa Village, Jakarta Timur. Hunian ini hanya tersedia 780 unit dengan tipe 27 dan tipe 36, yang bisa menempati hanyalah warga DKI Jakarta yang berpenghasilan Rp 4-7 juta.

Menanti Realisasi Janji Kampanye Anies
Skybride Tanah Abang sudah beroperasi (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Selanjutnya adalah program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang diketahui adalah inovasi dari program KJP era kepemimpinan Joko Widodo dulu. Dengan KJP Plus, tak hanya siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) yang mendapatkan dana setiap bulannya. Melainkan juga siswa SMA yang akan masuk perguruan tinggi.

Anies Hentikan Reklamasi

Walau sudah mulai terealisasi nyatanya masih banyak ditemukan ketidakmerataan bantuan. Adapula, kebijakan yang dituturkan Anies harus ditegakkan karena tidak berhasil diwujudkan pada kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yaitu penolakan reklamasi.

Pemprov DKI Jakarta akhirnya resmi mencabut izin prinsip pulau reklamasi di Teluk Utara Jakarta pada 26 September. Selain mencabut izin, Anies pun memastikan reklamasi dihentikan pengerjaannya pada 13 pulau. Menariknya Anies tetap meninggalkan 3 pulau untuk dikembangkan demi kepentingan masyarakat.

Tiga pulau reklamasi yang disisakan oleh Anies yakni Pulau C, Pulau D, dan Pulau G. Alasan utama tiga pulau itu tidak dicabut izinnya lantaran sudah terlanjut dibangun. Ke depan ketiga pulau itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Alexis Hingga Old City Ditutup

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan resmi mengeluarkan surat penutupan tempat hiburan malam Alexis di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada 27 Maret. Pengelola diminta untuk menutup tempat usahanya pada 28 Maret.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menjelaskan ada total enam TDUP yang dicabut. Penutupan Alexis terkait dengan temuan dugaan adanya prostitusi pada tempat hiburan malam itu.

“Apa yang diindikasikan tentang praktik-praktik pelanggaran itu ditemukan bukti-bukti yang kuat telah terjadi. Bukan narkoba, yang narkoba kita tidak lihat, tetapi praktik prostitusi. Praktik perdagangan manusia ditemukan di situ,” terang Anies, 27 Maret.

Selain Alexis, penutupan dan pencabutan izin usaha tempat hiburan malam juga dilakukan di Diskotek Exotic, Sense Karaoke, serta Diskotek Old City Tambora. Seperti yang diketahui keempatnya terlibat kasus prostitusi dan temuan narkoba.

Kontroversi Penataan Tanah Abang

Setelah diultimatum oleh Ombudsman soal penutupan Jalan Jatibaru, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membangun Skybridge atau jembatan penyebrangan multiguna (JPM). Skybridge mulai dibangun pada Agustus dan ditargetkan rampung pada 15 Oktober.

Jika pembangunan skybirdge rampung maka Jalan Jatibaru yang sempat ditutup akan dibuka kembali. Sayangnya pembangunan Skybridge Tanah Abang terus molor. Uji cobanya baru dilakukan pada 7 Desember lalu, dari sebelumnya direncanakan pada 15 Oktober.

Sejumlah Janji Anies Masih Ditunggu

Setelah beberapa program dan kebijakan yang terwujud ada beberapa program yang masih ditunggu warga Jakarta untuk diwujudkan. Salah satunya adalah pembangunan stadion BMW di Jakarta Utara untuk menjadi Basecamp Persija.

Hal ini terus ditagih oleh para pendukung Persija, The Jakmania. Anies, berjanji stadion akan dibangun 2019 sebagai hadiah dari kemenangan Persija melawan Mitra Kukar. Diketahui, sudah 17 tahun Persija absen menerima piala Liga 1.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan berdiri tegak stadion yang membanggakan bagi kita semua. Satu persatu yang menjadi janji akan dilunasi. Nanti ketika groundbreaking saya akan ajak The Jak untuk sama-sama melakukan peletakan batu pertama stadion kita,” tutur Anies, 15 Desember.

Begitupula dengan janji yang peraturan daerah pelegalan becak di Jakarta, yang masih menjadi janji manis. Namun sampai saat ini aturan tersebut terbentur oleh DPRD DKI yang tegas menolak disahkannya becak di Jakarta, sebab seharusnya Anies dapat menyediakan pekerjaan yang lebih baik.

“Bila kita ingin membantu kesetaraan, berilah kesempatan proporsional di dalam menggambarkan harapan abang becak untuk bisa merasakan kesejahteraan di kota ini,” tegas Anies.

Terakhir, Sandi yang tidak menepati janjinya untuk tetap memimpin Jakarta bersama Anies. Padahal sebelumnya Anies sempat digadang-gadang akan maju di Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto. Namun nyatanya Sandiaga yang maju bersama Prabowo, dan mundur menjadi wagub DKI Jakarta.

“Jelas tidak (maju Pilpres). Pokoknya sekarang saya di Jakarta meneruskan amanah,” tegas Anies di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (18/7)

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (rgm/JPC)

Menanti Realisasi Janji Kampanye Anies