alexametrics

2018, Jumlah Kejahatan di Jateng Diklaim Turun 17,6 Persen

31 Desember 2018, 20:12:04 WIB

JawaPos.comKepolisian Daerah Jawa Tengah mencatatkan sebanyak 9.412 kasus kejahatan yang tertangani selama 2018 ini. Jumlah ini diklaim merosot ketimbang periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono. Lulusan Akpol 1984 ini membeberkan, tahun lalu jumlah kejahatan tertangani tercatat sebanyak 11.420 kasus. Dengan kata lain turun 17,6 persen dibanding tahun kemarin.

Ini artinya, lanjut Condro, selama 2018 ini setiap 55 menit muncul satu kejahatan. “Mengalami penurunan dari sebelumnya 46 menit 9 detik,” kata Jenderal Bintang Dua ini saat refleksi akhir tahun 2018 di Mapolda Jateng, Senin (31/12).

Condro menambahkan jenis kejahatan yang mendominasi antara lain pencurian disertai pemberatan disingkat curat, pencurian kendaraan bermotor atau curanmor, dan narkoba. “Curat ada penurunan 18 persen dari tahun lalu. Curanmor menurun 37,3 persen. Sementara narkoba naik 8 persen,” sambungnya.

Terlepas dari jenis kejahatan di atas, tercatat pula sejumlah kasus menonjol selama 2018 ini. Macam kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai keturunan Kraton Jogjakarta, atau penangkapan kawanan begal lihai di kawasan Pantura.

Selain itu, juga ada kasus pengrusakan kantor NU dan gereja di Magelang. “Tapi kasus yang mendominasi masih kejahatan konvensional,” cetus Eks Kakorlantas Polri tersebut.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
2018, Jumlah Kejahatan di Jateng Diklaim Turun 17,6 Persen