JawaPos Radar

71 Indikator Kabupaten Tangguh Bencana, Hampir Dipenuhi Sleman

31/10/2017, 21:34 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Diklat SAR relawan
GELADI: Diklat SAR relawan dari Kalasan, Sleman di Klangon, Cangkringan, Sleman. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 71 indikator kriteria kabupaten tangguh bencana byaris dipenuhi oleh Sleman. Hanya tinggal membentuk rumah sakit dan puskesmas siaga bencana.

Kepala Bidang Kesiapsiagan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Heru Saptono mengatakan, puluhan indikator itu merupakan tolok ukur ketangguhan.

''Pada prinsipnya skemanya siap,'' kata Heru kepada JawaPos.com, Selasa (31/10). Indikator-indikator itu, di antaranya seperti dalam kelembagaannya. Sarana prasarananya, masyarakatnya, peta risiko, perencanaan, pendanaan, hingga sustainability.

''Tinggal membentuk rumah sakit dan puskesmas siaga bencana. Itu nanti di 2018,'' ungkap Heru.

Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno senada. Krido mengatakan, deklarasi kabupaten tangguh bencana, akan dilaksanakan di Sleman pada 2018. Di wilayah itu, selain simulasi bencana yang rutin dilakukan juga sudah dibentuk sekolah maupun desa yang tanggap dan tangguh bencana.

''Sleman akan diumumkan sebagai kabupaten yang tangguh bencana,'' ucapnya. Dalam mitigasi bencana, terakhir dilakukan Senin (30/10) di Lapangan Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel. Kegiatan diikuti oleh 200 peserta dari 17 pedukuhan.

Sekretaris BPBD DIY Heru Suroso menambahkan, ada 438 desa yang termasuk rawan bencana. ''301 desa terdapat di Sleman,'' tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan ketangguhan bencana di desa yang rawan. ''Jika sewaktu-waktu terjadi bencana, telah siaga dengan mengerahkan segala potensi dilingkungan setempat,'' pungkas Heru.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up