alexametrics

Perpanjangan Tanggap Darurat untuk Dukung Kebijakan Anggaran Covid-19

31 Juli 2020, 15:39:46 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Jogjakarta memastikan akan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jogjakarta terkait perpanjangan masa tanggap darurat bencana Covid-19. Perpanjangan status tersebut akan memudahkan penggunaan anggaran untuk penanganan pandemi.

”Perpanjangan status tanggap darurat ini pada dasarnya untuk memudahkan penanganan kasus terutama dari segi kebijakan anggarannya,” kata Wali Kota Jogjakarta Haryadi Suyuti seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta pada Jumat (31/7).

Menurut dia, jika penggunaan anggaran tidak bisa fleksibel, pemerintah daerah yang justru akan kesulitan untuk melakukan penanganan kasus Covid-19, apalagi temuan kasus positif masih muncul. ”Penetapan penggunaan anggaran, sebelumnya sudah direncanakan dan fix sesuai program dan kegiatan di anggaran daerah. Tetapi, dengan status tanggap darurat penggunaan anggaran bisa lebih fleksibel,” tutur Haryadi Suyuti.

Dengan demikian, lanjut Haryadi, masyarakat tidak perlu resah dengan perpanjangan status tanggap darurat bencana tersebut. Sebab, pada dasarnya tidak akan ada pembatasan kegiatan di masyarakat.

”Seluruh kegiatan masih bisa berjalan seperti biasa. Toh, dari awal kami memang tidak memiliki kebijakan untuk menutup kegiatan apapun,” ucap Haryadi.

Meskipun demikian, lanjut dia, masyarakat juga perlu memahami bahwa penerapan protokol kesehatan saat menjalankan berbagai aktivitas tetap harus dipatuhi.

Sedangkan Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi mengatakan, selama perpanjangan status tanggap darurat hingga 31 Agustus, akan tetap mengintensifkan penguatan protokol kesehatan di masyarakat.

”Memang masih ada temuan kasus positif di masyarakat. Sesuai arahan Gubernur DIY, selama masih ada temuan kasus positif dan ada pasien dirawat, tanggap darurat tetap diberlakukan,” kata Heroe.

Dia menyampaikan hal senada dengan Wali Kota Jogjakarta, penanganan Covid-19 membutuhkan fleksibilitas penggunaan anggaran. ”Kalau anggaran tidak fleksibel, akan sulit untuk menangani kasus,” ujar Heroe.

Total anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Jogjakarta untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 174 miliar yang kemudian masuk dalam biaya tidak terduga. Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id hingga Kamis (30/7) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 di Jogjakarta tercatat 10 orang, 39 pasien sembuh, dan tiga pasien meninggal dunia.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads