Rumah Terbakar Tengah Malam, Satu Tewas

31/07/2018, 11:08 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Ilustrasi: Kebakaran. Rumah terbakar di Pemalang, Jawa Tengah. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang warga di Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang, Tasrono, 40, tewas mengenaskan dalam kebakaran yang menimpa tempat tinggalnya. Korban yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa itu diduga masih tidur di rumahnya saat kebakaran terjadi hingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut membuat panik banyak orang. Apalagi bangunan rumah korban yang semi permanen itu terletak berhimpitan dengan rumah lainnya. Musibah tersebut terjadi Senin (30/7) dini hari, sekitar pukul 00.10.

Mendengar ada kebakaran, warga langsung berhamburan mengambil ember dan memasang selang untuk memadamkan jilatan api. Sebagian tetangganya bahkan ikut menyelamatkan diri dengan mengusung barang-barang berharga dari rumah masing-masing. Misalnya sertifikat tanah maupun dokumen penting lainnya.

Warga setempat, Anes Iqbal menceritakan, sebelum kobaran api terlihat membumbung melewati atap rumah, awalnya tercium bau asap. Namun, warga saat itu mengira bau tersebut berasal dari bakaran sampah biasa.

"Kita lagi ngopi di depan rumah, ada bau seperti orang bakar sampah. Tapi kemudian api muncul melalui atap sampai terlihat dari jarak sekitar 100 meter. Kita langsung teriak mengabarkan warga lain," katanya kemarin sebagaimana dikutip dari Radar Tegal (Jawa Pos Group).

Kepolsek Pemalang AKP Ketut Mara membenarkan kejadian itu. Dia yang datang ke lokasi bersama anggota menyimpulkan, dari beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan, dugaan sementara kebakaran dipicu adanya korsleting listrik.

"Korban meninggal satu orang yaitu penghuninya karena tidak bisa keluar dan terbentur bangunan. Warga sudah berusaha menyelamatkan tapi tidak berhasil karena api cepat membesar," terangnya.

Kepala Desa Bojongnangka Wahmu menjelaskan, korban yang memiliki riwayat gangguan jiwa itu sudah tiga kali diinapkan ke rumah sakit di Semarang. Sebelum peristiwa itu, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sementara untuk keperluannya sehari-hari, korban dibantu kakak kandungnya, Casriati, 45, tinggalnya di rumah yang berbeda.

"Korban sendirian di rumah itu karena adiknya yang serumah sudah berada di Jakarta untuk bekerja. Kami pemerintah desa sangat terkejut dan prihatin dengan kejadian ini. Kami akan mengusulkan bantuan," katanya.

Api baru benar-benar bisa diredakan sekitar pukul 01.30, setelah petugas pemadam kebakaran (Damkar) datang dengan satu armada. Mobil pemadam bahkan sempat kehabisan air sehingga dilakukan pengisian ulang. Tak lama setelah itu, polisi maupun tim kesehatan dengan dibantu keluarga korban dan masyarakat setempat langsung mengevakuasi jenazah. Tubuh korban dimasukkan ke kantong jenazah lalu dibawa ke rumah kakak kandungnya untuk dimakamkan.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi