JawaPos Radar

Pengusutan Kasus Penipuan H2O Jalan di Tempat

31/07/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pengusutan Kasus Penipuan H2O Jalan di Tempat
ILUSTRASI. Jamaah haji asal Balikpapan kloter 1 tiba di Tanah Suci, Minggu (29/7). Hingga kini kasus dugaan penipuan berkedok haji dan umrah travel PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O) belum ada perkembangannya. (Fuad Muhammad/Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Usai ditetapkannya MD sebagai tersangka pada Juni lalu, hingga kini kasus dugaan penipuan berkedok haji dan umrah travel PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O) belum ada perkembangannya. MD merupakan salah seorang perwakilan H2O di Bontang.

Kajari Bontang Agus Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya masih meneliti berkas yang dilimpahkan oleh Polres Bontang. "Kami masih meneliti berkasnya, untuk tersangkanya masih satu orang, atas nama MD," katanya dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Group), Selasa (31/7).

Agus mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap MD. Namun, lantaran kasusnya belum P21, maka kewenangan penyidikan masih berada di Polres Bontang.

"Termasuk soal penahanan, masih kewenangan Polres Bontang," imbuhnya.

MD ditetapkan sebagai tersangka pada Juni lalu. Sementara berkas hasil penyidikan Polres Bontang diserahkan ke Kejari Bontang pada pertengahan Juli ini.

Dari hasil penyidikan Polres Bontang, MD diduga menggelapkan uang sekitar Rp 850 juta. Meski secara keseluruhan uang jamaah asal Bontang mencapai Rp 3,5 miliar, namun uang tersebut tidak disetor semuaya ke MD.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun MD tidak ditahan di Polres Bontang lantaran alasan kesehatan. Polres Bontang sempat melakukan penahanan terhadap MD selama dua hari.

Namun, pihak keluarga memberikan riwayat kesehatan MD, sehingga penahanan ditangguhkan. Sebagai informasi, H2O tidak mengantongi izin dari Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag).

Korban H2O mencapai sekitar 50 orang. Salah seorang korban, Maulana merugi ratusan juta rupiah.

Uang tersebut ia setor pada 2012 silam. Ia dijanjikan berangkat pada September 2016 lalu. Namun hingga sekarang tak ada tanda-tanda keberangkatan.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up