JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tempat Main Anak Jadi Lokasi Judi, Omzet Ratusan Juta

31 Mei 2018, 17:12:37 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Tempat Main Anak Jadi Lokasi Judi, Omzet Ratusan Juta
Ditreskrimum Polda Riau menggerebek arena gelanggang permainan (gelper) anak E-Zone, Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Rabu (30/5) malam, yang diduga ada indikasi perjudian. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ditreskrimum Polda Riau terus mengusut dugaan perjudian di arena gelanggang permainan (gelper) anak E-Zone, Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Omzet mereka mencapai hingga ratusan juta perhari.

Direskrimum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto mengatakan, dalam penggerebekan pada Rabu (30/5) malam, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Anatara lain, dua unit mesin permainan judi, beberapa slop rokok, dan uang tunai Rp 75.450.000.

Dari ratusan mesin yang tersedia, dua di antaranya diamankan karena sedang melakukan transaksi penukaran poin dengan uang.

"Aktivitasnya menukar koin untuk permainan. Dari permainan itu didapat voucher untuk ditukarkan uang langsung di TKP. Satu hari omzet didapat pelaku mencapai ratusan juta rupiah," terang Dirkrimum, pada Kamis (31/5).

Selain menyita sejumlah barang bukti, lima orang turut dibawa petugas ke Mapolda Riau. Mereka ialah KL selaku pemilik tepat tersebut dan empat orang karyawannya berinisial Sap, LS alias Atas, Hen dan Ay.

"Untuk saat ini kelima pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka. "Kita belum lakukan penahanan, pelaku masih dalam pendalaman dan pemeriksaan," tutur Hadi.

Dalam hal ini, imbuh Hadi, E-Zone memang mengantongi izin dari pemerintah setempat. Namun, izin tersebut hanya untuk permainan anak-anak dan mesin permainan anak. Dari penyidikan sementara, diketahui kalau praktik perjudian itu sudah lama dilakoni pelaku.

Dalam kasus ini, apabila pelaku terbukti melakukan praktik perjudian, maka mereka pun terancam dijerat dengan Pasal 303 ayat 2 KUHPidana dengan hukuman penjara maksimal selama 10 tahun dan denda Rp25 juta.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up