JawaPos Radar

Ngeyel, Disdag Solo Bakal Tertibkan Puluhan Lapak PKL

31/03/2018, 17:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penertiban PKL
Petugas gabungan tengah menertibkan PKL di Solo belum lama ini. (Damianus Bram/Radar Solo/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo bakal menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL), Senin (2/4) mendatang.

PKL yang akan ditertibkan diantaranya di Jalan RM Said dan juga di Jalan Piere Tendean. Penertiban ini dilakukan lantaran pada PKL tidak mengindahkan teguran dan aturan yang ada dan masih nekat menjajakan dagangannya di kawasan tersebut.

Kabid PKL, Disdag Kota Solo, Didik Anggono menjelaskan, jumlah PKL yang akan ditertibkan mencapai 58 PKL. Dengan rincian 35 PKL berada di Jalan RM Said dan 23 PKL lainnya berada di Jalan Piere Tendean.

"Senin depan akan langsung kami tertibkan lapaknya, karena kami sudah memberikan sosialisasi tetapi tidak ada respons dari para pedagang," ungkap Didik kepada JawaPos.com, Sabtu (31/3). 

Sebelumnya, Didik menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang agar segera meninggalkan lokasi. Hal ini karena, kawasan tersebut merupakan kawasan terlarang bagi para PKL.

Sehingga, jika masih ada yang nekad berjualan Disdag akan mengambil sikap tegas berupa penertiban. "Sudah kami beri penjelasan tetapi masih ngeyel, makanya nanti akan langsung kami tertibkan. Selama ini mereka menempati bahu jalan dan berada di atas saluran air, dan itu tidak boleh," tegasnya.

Penertiban juga akan melibatkan dari satuan penegakan Perda yakni Satpol PP. Nantinya lapak-lapak yang masih berada di lokasi akan diangkut menggunakan kendaraan dinas dan di bawa ke kantor.

Tetapi, Didik mengatakan, pihaknya juga siap mengantar lapak tersebut ke rumah pada pedagang itu itu memang yang dikehendaki. "Jadi memang ada pedagang yang meminta agar lapak miliknya diantarkan ke rumah, dan kami akan siap mengantarnya," ucapnya.

Selain melakukan penertiban di kawasan jalan RM Said dan Piere Tendean, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap kondisi selter yang ada di kompleks Stadion Manahan. Pasalnya, selama ini banyak pedagang yang membuat bangunan semi permanen di belakang lapaknya. Kondisi ini membuat kawasan Manahan terkesan kumuh dan tidak tertata.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up